Menteri Wishnutama Minta Pengelola Objek Wisata di Kulonprogo Utamakan Keamanan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mencicipi produk lokal saat meninjau industri wisata dii Kebun Teh Nglinggo, Kecamatan Samigaluh, Kamis (19/12/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
19 Desember 2019 23:47 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONOROGO—Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama menyebut masih banyak pekerjaan rumah untuk mengemas objek pariwisata yang lebih aman. Wisatawan harus diberi jaminan keselamatan dalam berwisata.

Hal itu dia sampaikan saat meninjau Kebun Teh Nglinggo di Kecamatan Samigaluh dalam kunjungan kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ke Kawasan Destinasi Pariwisata Superprioritas Borobudur, Kamis (19/12/2019).

Didampingi Wakil Menteri Angela Tanoesoedibjo, keduanya mampir ke Nglinggo sebelum berlanjut mengunjungi Glamping De Loano di Purworejo, Jawa Tengah. Wishnutama berpendapat lokasi wisata di Nglinggo sudah sangat bagus dengan spot foto berlatar pemandangan alam yang menawan.

Meski begitu, ia berpesan untuk dapat meningkatkan keamanan untuk spot foto. “Nglinggo potensinya banyak, cuma memang masih banyak pekerjaan rumah dalam mengemas bangunan di atas itu [spot foto Nglinggo] supaya lebih aman, lebih terjamin keamanannya,” ucapnya, kemarin.

Dirinya dan Angela bersepakat wisata harus disertai fasilitas keamanan. Spot foto tak hanya dibuat supaya bisa menampilkan latar foto yang menawan namun beban lokasi untuk menampung wisatawan yang ingin berswafoto harus dihitung agar wisatawan merasa aman.

Tak hanya mengecek lokasi wisata, Wishnutama juga meninjau potensi produk lokal di Kulonprogo, antara lain kopi Menoreh, batik geblek renteng, kacamata kayu dan biola hasil kerajinan warga lokal. Menurut dia, aspek pariwisata harus bersinergi dengan ekonomi kreatif. Nantinya semua tujuan wisata yang lima superprioritas harus dapat mengakomodasi potensi-potensi ekonomi kreatif di tiap tujuan wisata itu.

Produk Lokal

Terkait dengan terhubungnya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan Yogyakarta International Airport (YIA), Wishnutama akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Setelah meninjau Nglinggo, Kemenparekraf langsung bertolak ke De Loano untuk berdiskusi bersama Pemkab Kulonprogo, Purworejo dan Magelang dalam raga sinergi kawasan destinasi wisata superprioritas Borobudur.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Niken Probo Laras menyambut baik rencana Kemenparekraf yang akan membuat program pengembangan wisata di Samigaluh, terutama terkait dengan KSPN Borobudur.

Saat ini Pemkab Kulonprogo sudah membuat proposal pengajuan bantuan untuk dapat memperluas jalan akses ke Nglinggo. “Bupati [Sutedjo] dan PU [Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman] sudah buat proposal untuk pelebaran jalan Plono ke De Loano dan Suroloyo ke De Loano, karena sekarang kan sempit. Itu yang pokok, selama ini enggak ada bus berani ke sini [Nglinggo],” ungkapnya.

Salah satu produk lokal yang dijajal Menparekraf ialah kopi moka Menoreh. Marwiyah, pemilik produk ini, menuturkan dirinya diminta untuk mengembangkan pengemasan agar lebih menarik dan rasa supaya lebih konsisten.