Karhutla Kaltim Capai 1.470 Kejadian, 6.333 Hektare Terdampak
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Yuli Wiriyanto sedang asik mementaskan wayang bercerita Tuhan Yesus yang menyelamatkan alam di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul, Rabu (25/12/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL--Perayaan Natal di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul, dimeriahkan dengan pementasan wayang yang dalangnya beragama Islam.
Yuli Wirianto selaku dalang muslim mengatakan dirinya baru pertama kali menjadi dalang di Gereja.
"Saya menjadi dalang sudah sekitar lima tahun dan ini baru pertama kalinya jadi dalang di Gereja. Menurut saya ini tidak masalah, karena ini bisa jadi contoh toleransi yang baik bagi saudara-saudara kita," ucapnya ketika ditemui Harianjogja.com pada (25/12/2019).
Yuli yang sejak pagi sudah bersiap pun mengatakan cerita yang diangkat kali ini adalah cerita tentang pertolongan Yesus Kristus yang menyelamatkan alam.
Alkisah, suatu hari sebuah hutan dibabat habis dan hewan di dalamnya pun habis. Kemudian Yesus datang membawa wahyu dan menyelamatkan sesisi hutan, semua menjadi kembali tentram.
"Pesannya kepada anak-anak ini sederhana, yakni mencintai alam. Di mana terdapat pesan kasih, kerja sama dan tentu saja berdoa," ujarnya seusai pementasan.
Ia mengungkapkan budaya wayang adalah salah satu hal yang harus dijaga oleh generasi saat ini sedangkan pelestarian budaya ini yang menjadi semangat dirinya untuk ditanamkan kepada anak muda tanpa memamdang suku dan ras.
"Teknologi makin berkembang, anak muda malah lebih tertarik dengan gadget ini. Artinya kami mementaskan wayang ini juga sebagai wujud pelestarian budaya. Minimal mereka tahu jika Indonesia memiliki budaya wayang itu tanpa memandang suku, ras, dan agama," jelas dia.
Yuli sendiri merupakan penduduk asli Yogyakarta, yaitu Sorowajan, Banguntapan, Bantul. Meski lahir dengan keyakinan Islam, ia tidak masalah jika mengisi pentas di Gereja dan keluarga pun mendukung sepenuhnya keputusan Yuli.
"Itu bukan masalah, artinya menjaga keyakinan itu sangat penting. Rasa menghormati itu juga harus dilakukan. Saya tak mempersoalkan untuk menghibur anak-anak di gereja ini, keluarga seya pun sangat mendukung tanpa mempermasalahkan," tuturnya.
Sementara itu Koordinator Pembinaan Iman Anak (PIA) Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul, Irmawati Setiawan menyampaikan, pada Natal tahun ini mengambil tema Sahabat Semua Orang. Pada misa anak ini juga digelar kegiatan bakti sosial, bertajuk bingkisan kepada Yesus.
Di pagi itu anak-anak membawa sebuah hadiah untuk diserahkan kepada gereja, untuk kemudian disumbangkan ke panti dan sekolah yang membutuhkan.
"Pada misa di pagi ini, panitianya juga kebanyakan anak-anak. Jadi anak-anak didorong menjadi sahabat semua orang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Kaltim mencapai 1.470 kejadian dengan area terdampak 6.333 hektare. Asap mengancam kesehatan, penerbangan, pendidikan, dan ekonomi.
Pemkab Bantul memperpanjang kontrak 3.325 P3K paruh waktu. Sebanyak 10 pegawai tak diperpanjang karena pensiun, mengundurkan diri, kinerja, dan meninggal.
KPK masih menunggu kedatangan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
Kemenko IPK menyebut groundbreaking Giant Sea Wall berbasis mangrove dilakukan Oktober 2026, sementara infrastruktur keras ditargetkan tahun depan.
KSAD Maruli Simanjuntak menanggapi namanya yang disebut masuk bursa calon Panglima TNI dan menyebut seluruh kepala staf berpeluang menjadi calon.
Pemerintah menargetkan jalan tol bebas truk ODOL mulai 1 Januari 2027 dengan integrasi data dan pengawasan berbasis teknologi.