Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Yuli Wiriyanto sedang asik mementaskan wayang bercerita Tuhan Yesus yang menyelamatkan alam di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul, Rabu (25/12/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL--Perayaan Natal di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul, dimeriahkan dengan pementasan wayang yang dalangnya beragama Islam.
Yuli Wirianto selaku dalang muslim mengatakan dirinya baru pertama kali menjadi dalang di Gereja.
"Saya menjadi dalang sudah sekitar lima tahun dan ini baru pertama kalinya jadi dalang di Gereja. Menurut saya ini tidak masalah, karena ini bisa jadi contoh toleransi yang baik bagi saudara-saudara kita," ucapnya ketika ditemui Harianjogja.com pada (25/12/2019).
Yuli yang sejak pagi sudah bersiap pun mengatakan cerita yang diangkat kali ini adalah cerita tentang pertolongan Yesus Kristus yang menyelamatkan alam.
Alkisah, suatu hari sebuah hutan dibabat habis dan hewan di dalamnya pun habis. Kemudian Yesus datang membawa wahyu dan menyelamatkan sesisi hutan, semua menjadi kembali tentram.
"Pesannya kepada anak-anak ini sederhana, yakni mencintai alam. Di mana terdapat pesan kasih, kerja sama dan tentu saja berdoa," ujarnya seusai pementasan.
Ia mengungkapkan budaya wayang adalah salah satu hal yang harus dijaga oleh generasi saat ini sedangkan pelestarian budaya ini yang menjadi semangat dirinya untuk ditanamkan kepada anak muda tanpa memamdang suku dan ras.
"Teknologi makin berkembang, anak muda malah lebih tertarik dengan gadget ini. Artinya kami mementaskan wayang ini juga sebagai wujud pelestarian budaya. Minimal mereka tahu jika Indonesia memiliki budaya wayang itu tanpa memandang suku, ras, dan agama," jelas dia.
Yuli sendiri merupakan penduduk asli Yogyakarta, yaitu Sorowajan, Banguntapan, Bantul. Meski lahir dengan keyakinan Islam, ia tidak masalah jika mengisi pentas di Gereja dan keluarga pun mendukung sepenuhnya keputusan Yuli.
"Itu bukan masalah, artinya menjaga keyakinan itu sangat penting. Rasa menghormati itu juga harus dilakukan. Saya tak mempersoalkan untuk menghibur anak-anak di gereja ini, keluarga seya pun sangat mendukung tanpa mempermasalahkan," tuturnya.
Sementara itu Koordinator Pembinaan Iman Anak (PIA) Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus, Ganjuran, Bantul, Irmawati Setiawan menyampaikan, pada Natal tahun ini mengambil tema Sahabat Semua Orang. Pada misa anak ini juga digelar kegiatan bakti sosial, bertajuk bingkisan kepada Yesus.
Di pagi itu anak-anak membawa sebuah hadiah untuk diserahkan kepada gereja, untuk kemudian disumbangkan ke panti dan sekolah yang membutuhkan.
"Pada misa di pagi ini, panitianya juga kebanyakan anak-anak. Jadi anak-anak didorong menjadi sahabat semua orang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
SUV misterius Honda tertangkap kamera saat menjalani uji jalan di Kanada. Desainnya berbeda dari CR-V saat ini dan memunculkan spekulasi soal hadirnya Accord SU
KAI menghadirkan promo spesial HUT Kemerdekaan RI ke-81 berupa diskon tiket kereta api ekonomi komersial sebesar 17% untuk keberangkatan 17 Agustus 2026.
Film Ketok Mejik tayang 13 Agustus 2026. Ananta Rispo, Tarra Budiman, Dodit Mulyanto bintangi komedi horor tentang bengkel terbelit utang dan palu sakti. Cek si
Sisa makanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Pratama Kota Jogja berhasil ditekan hingga 16,9 persen setelah Dinas Kesehatan Kota Jogja menerapkan inovasi
MotoGP Aragon 2026 digelar 28-30 Agustus. Veda Ega Pratama datang dengan modal finis P9 di Silverstone. Simak jadwal lengkap dan prediksi persaingan Moto3 di si