Hujan Es di Berbah, Begini Penjelasan BMKG

Pohon tumbang di Dusun Kebonan, Desa Kalitirto, Berbah, Sleman, Rabu (25/12/2019). - Istimewa/Warga Dusun Kebonan
25 Desember 2019 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Hujan disertai angin kencang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Sleman, Rabu (25/12). Tak hanya itu, juga dilaporkan adanya hujan es di Kecamatan Berbah, Sleman.

Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum mengatakan hasil pengamatan radar cuaca yang ada di BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, terlihat dari pukul 12.00 WIB terdapat gugusan awan cumulonimbus terutama di bagian Timur sleman hingga di Kota Jogja. “Salah satunya di kisaran Kecamatan Berbah dan Depok,” ucap dia.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Indah Retno Wulan, menambahkan hujan es tersebut disebabkan adanya dinamika atmosfer. Dari pantauan BMKG, kata dia, terpantau ada pertemuan angin yang disebabkan adanya palung tekanan rendah di sepanjang Jawa. “Selain itu, anomali suhu muka laut yang cukup hangat di sekitar pulau Jawa, mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif atau biasa disebut dengan istilah awan hujan,” ucap dia.

Retno menambahkan pada umumnya penyebab terjadinya hujan es hampir sama. “Penyebabnya adalah awan kumulonimbus yang aktif tumbuh sampai dengan ketinggian lebih dari 10 kilometer,” imbuh Retno.