UNY Kirim Mahasiswa asal Gunungkidul ke Korea Selatan

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, saat berkunjung di rumah salah satu mahasiswa, Dika Andri Pradana, di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Jumat (27/12/2019). - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi
27 Desember 2019 23:12 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dika Andri Pradana, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, akan dikirim ke Korea Selatan untuk mengikuti seminar internasional. Dika baru saja menyabet medali emas di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) untuk lomba penelitian yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Denpasar, Bali.

Andri menjelaskan modal yang dia bawa ke Pimnas merupakam hasil penelitiannya bersama Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pengabdian Masyarakat UNY yang bertajuk Gerjo Edu-Eco Wisata sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Gunungkidul di Dusun Dusun Gerjo, Kecamatan Paliyan.

"Potensi wisata yang ada di Gerjo salah satunya sebuah sungai yang memiliki legenda di kalangan masyarakat, apabila dikelola dengan baik maka akan mendatangkan wisatawan," kata Andri saat ditemui di rumahnya, Jumat (27/12/2019).

Ia menjelaskan kegiatan penelitian tersebut bermula saat ia dan beberapa rekannya melakukan upgrading di Kecamatan Paliyan. Saat itu warga merasa bingung untuk memanfaatkan wilayah mereka untuk dijadikan salah satu objek wisata. Andri dan rekan-rekannya kemudian melakukan penelitian. Berbekal pengalamannya sebagai warga sekitar Gua Pindul, Andri dan rekan-rekannya kemudian membantu warga Gerjo. Setelah sekian lama melakukan penelitian, Andri membawa karya ilmiahnya ke ajang Pimnas di Denpasar dan berhasil meraih medali emas.

Guna memfasilitasi sekaligus memacu Andri dalam meningkatkan prestasi, Rektor UNY Sutrisna Wibawa secara langsung memberikan laptop sekaligus beasiswa kepada Andri untuk mengikuti seminar internasional di Korea Selatan. Kegiatan tersebut akan berlangsung sekitar April hingga Mei 2020.

"Kami berharap Andri membawa ilmu dari Korea untuk diterapkan di Gunungkidul, karena potensi di Bumi Handayani sangat kaya. Perlu pemikiran dari sumber daya manusia yang cerdas seperti Andri untuk mengembangkannya," kata Sutrisna.