Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelantikan 56 kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2019 digelar Selasa (31/12/2019) besok. Rencananya, pelantikan dihadiri 1.500 tamu undangan mulai dari keluarga kades terpilih hingga tamu undangan dari jajaran Forkopimda Gunungkidul.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Muhammad Farkhan, mengatakan jajarannya terus mempersiapkan acara pelantikan kades hasil Pilkades Serentak 2019 yang digelar di 56 desa. Selain persiapan teknis kelancaran pelantikan, panitia juga menyebar undangan kepada sejumlah orang untuk menghadiri acara. “Sekitar 1.500 tamu undangan bakal hadir,” katanya, Minggu (29/12/2019).
Farkhan menjelaskan tamu undangan berasal dari kades baru, kades lama atau pejabat kades, keluarga kades terpilih, panitia pemilihan di desa, ketua BPD, camat hingga jajaran Forkopimda Gunungkidul. Dia berharap pelantikan berjalan dengan lancar tanpa ada halangan. “Pelantikan dilaksanakan di Gedung Serba Guna Siyono, Playen,” katanya.
Untuk kesiapan pelantikan DP3AKBPMD Gunungkidul sudah menyiapkan surat keputusan bupati untuk kades terpilih. Selain itu pada Senin (30/12) digelar geladi bersih pelantikan. “Besok [hari ini] kami menggelar geladi menjelang pelantikan,” katanya.
Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko, menambahkan Pilkades Serentak 2019 digelar di 56 desa. Total ada 163 calon yang bertarung, 40 di antaranya merupakan calon berstatus kades petahana. Meski demikian, tidak semua petahana sukses mempertahankan jabatan untuk jangka waktu enam tahun ke depan. Dari 40 orang ini hanya 23 petahana yang kembali terpilih. “Sebanyak 17 petahana kalah. Kalau ditotal ada 33 kades baru yang terpilih,” katanya.
Sujoko mengungkapkan selama penyelenggaraan pemilihan berjalan dengan lancar mulai dari proses pendaftaran hingga pemilihan. Saat pendaftaran juga tidak ada masa perpanjangan karena bakal calon di setiap desa telah memenuhi syarat minimal yakni dua pendaftar. “Bahkan di beberapa desa ada yang calonnya berlebih sehingga harus dilakukan seleksi untuk mendapatkan lima calon kades yang berhak maju dalam pemilihan,” katanya.
Dia menjelaskan pilkades di Gunungkidul terbagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama pemilihan dilaksanakan di 2015 dan diikuti 58 desa. Gelombang kedua dilaksanakan 2018 dengan peserta 30 desa. “Yang ketiga terlaksana tahun ini di 56 desa. Rencananya pilkades serentak digelar di 2021 dengan jumlah desa penyelenggara sama seperti di Pilkades Serentak 2015,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Serikat PRT dan sejumlah organisasi sipil mendesak penegakan hukum kasus dugaan keracunan MBG di Jogja dan meminta kasus diusut tuntas.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.