Penumpang Pesawat di Bandara Adisutjipto Musim Liburan Ini Tak Seramai Tahun Sebelumnya

Suasana di Bandara Internasional Adisutjipto, Selasa (31/12/2019). - Harian Jogja/ Herlambang Jati Kusumo
31 Desember 2019 23:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki malam tahun baru 2020, aktivitas di Bandara International Adisutjipto dinilai landai. Tidak ada lonjakan berarti, dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

“Malam tahun baru ini cenderung normal, seperti hari-hari biasa. Penumpang biasanya H min datangnya. Tetapi tetap kita layani maksimal, juga ada perform band, tari-tarian, pergantian tahun ada sesuatu yang berbedalah,” kata General Manager Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, Selasa (31/12/2019).

Pandu menjelaskan, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sendiri, penumpang mengalami peningkatan cukup signifikan jika dibanding hari biasa. Meski diungkapkannya jika dibanding tahun sebelumnya masih lebih rendah.

“Kenaikan signifikan jika dibanding hari biasa. Tetapi jika dibanding tahun lalu masih minus 1,6% jumlah penumpangnya. Untuk ekstraflight juga lebih sedikit, tahun ini hanya 46 pergerakan selama Nataru di YIA,” ucapnya.

Berdasarkan data yang ada pada Kamis (19/12) jumlah penumpang di Bandara Adisutjipto dan YIA 23.629, kemudian Jumat (20/12), 26.196, lalu Sabtu (21/12) sebanyak 27.018, pada Minggu (22/12) sebanyak 26.741, lalu Senin (23/12) mengalami penurunan menjadi sebanyak 23.936, kemudian Selasa (24/12) kembali menurun menjadi 20.949, pada Hari H perayaan Natal atau Rabu (25/12) sebanyak 23.385, kemudian Kamis (26/12) diangka 21.938, dan pada Jumat (27/12) sebanyak 22.126. Sabtu (28/12) sebanyak 23.066, Minggu (29/12) sebanyak 23.646, Senin (30/12) sebanyak 26.118.

Sementara itu di Terminal Giwangan, menurut Pengelola administrasi Terminal Giwangan, Aji Fajar mengatakan jumlah penumpang memasuki masa Nataru mengalami peningkatan jika dibanding dengan hari biasa. Berdasar data per Minggu (29/12/2019) jumlah penumpang tahun ini juga lebih banyak.

“Penumpang AKAP untuk yang datang tahun lalu, 88.919, pada 2019 sebanyak 95.920. Sementara penumpang berangkat pada 2018 sebanyak 139.976, pada 2019 sebanyak 140.526,” kata Aji.

Ia mengatakan peningkatan tersebut dimungkinkan karena tiket moda kereta, pesawat terbatas atau kehabisan sehingga beralih menggunakan bus. “Sekarang pesan tiket bus juga sudah bisa online sehingga memudahkan penumpang,” ucapnya.