Tebing Selokan Van Der Wijck di Tempel Longsor, Warga Diminta Waspada Saat Melintas

Tanah longsor terjadi di sebuah talud jalan tebing selokan vandervick di RT 03 RW 07 Jambeyan, Banyurejo, Tempel dengan panjang 11 meter, Sabtu (4/1/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
04 Januari 2020 16:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.co, SLEMAN-- Tanah longsor terjadi di sebuah talut jalan tebing Selokan Van Der Wijck di RT 03 RW 07 Jambeyan, Banyurejo, Tempel dengan panjang 11 meter. Longsor terjadi dengan tinggi kurang lebih 7 meter dengan menimbulkan retakan selebar 4 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, mengatakan jika petugas dari Balai Besar Wilayah Serayu-Opak (BBWSO) siang ini tengah meninjau tempat kejadian perkara (TKP).

Adapun, kejadian longsor terjadi pada pukul 23.15 WIB, Jumat (3/1/2020) dikarenakan hujan deras sempat mengguyur tempat kejadian perkara.

Berdasarkan laporan di lapangan, tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir mencapai Rp8 juta. Adapun, jalan yang dibawahnya terdapat talut tersebut merupakan akses jalan di RT 03 RW 07, untuk 12 KK dengan 32 jiwa.

Petugas TRC BPBD kabupaten Sleman juga telah mendatangi TKP. Sementara oleh warga longsoran di talut tersebut diberi pengaman kemudian dilaporkan kepada pihak terkait.

Berdasarkan hasil pantauan, longsoran tersebut juga hanya berjarak beberapa meter dari rumah warga. Namun, akses jalan masih bisa untuk dilalui dan warga diminta untuk waspada.

Di kecamatan Prambanan, Ketua FPRB Bandung Bondowoso Prawoto alias Brewok, melaporkan jika tadi pagi wilayah yang banyak terdapat Candi ini umumnya terjadi hujan ringan. "Situasi mandali, warga tetap waspada," tutupnya.