Jalur Trans Jogja Terbaru, Cek Tarifnya di Sini
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Warung di Jl. Anggajaya 1 Condongcatur Depok Sleman dirusak gerombolan bermotor, Sabtu (4/1/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Kejahatan jalanan alias klithih kembali terjadi awal tahun ini. Pelakunya diduga dua geng pelajar yang berbasis di Sleman. Mereka mengobrak-abrik warung. Setidaknya tiga orang menjadi korban di dua lokasi kejadian.
Gerombolan remaja itu memulai aksinya di Jl. Anggajaya 2 Condongcatur, Depok, Sleman, tak jauh dari markas Polda DIY, Sabtu (23/1/2020) malam. Mereka tiba-tiba mendatangi sebuah warung makan. Salah seorang saksi mata dan juga pemilik warung yang jadi sasaran kekerasan geng ini, Darsono, mengatakan kekerasan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. “Tiba-tiba remaja yang berboncengan sekitar 10 datang dari arah utara. Mereka berteriak dan menghancurkan etalase kaca warung,” kata Darsono kepada Harian Jogja, Minggu (5/1/2019).
Selain melempari warung dengan batu, beberapa perusuh membawa senjata tajam. Mereka menyerang secara membabi-buta. Enam orang di warung tersebut, tiga di antara mereka pembeli, berupaya menyelamatkan diri ke lantai kedua bangunan tersebut. Namun, sejumlah penyerang mengejar mereka.
“Ada pembeli saya yang terluka di bagian kepala sebelah kiri. Cukup parah karena terkena sajam. Dibacok di lantai atas. Satu pembeli lagi memar di bagian kakinya,” cerita Darsono.
Selain melukai pembeli, gerombolan tersebut juga merusak etalase, rice cooker, piring dan kursi. Bahkan, kaca toko di sebelah warung makan tersebut juga pecah dilempari batu. “ Kerugiannya sekitar Rp4 jutaan. Kami berharap pihak keamanan meningkatkan penjagaan. Kami hanya berjualan, merantau jauh ke sini, tidak tahu apa-apa kok malah diserang,” katanya.
Agus Kastani, warga setempat mengatakan aksi serupa juga pernah terjadi di Jl. Anggajaya belum lama ini. Tetapi yang diserang berbeda lokasi. Namun dia tidak tahu apakah penyerang gerombolan yang sama atau tidak. Agus berharap agar aparat keamanan meningkatkan operasi agar masyarakat tidak resah.
“Kami tentu saja cemas dengan kejadian ini, karenatidak menutup kemungkinan, saya, anak, teman, tetangga juga bisa menjadi korban,” katanya.
Gerombolan bermotor itu kemudian bergerak ke arah selatan. Menurut sejumlah saksi, mereka melaju sambil menyeret sajam ke aspal, menuju salah satu pusat bisnis ponsel di jalan Moses Gatotkaca, Mrican Baru, Caturtunggal, Depok, Sleman. Di jalan tersebut mereka juga menyerang sebuah konter ponsel. Satu korban dilaporkan terluka akibat sabetan senjata tajam.
“Sudah ada laporan. Kami masih mendalami kasus ini. Tim sudah bergerak mudah-mudahan segera terungkap,” kata Kapolsek Depok Timur, Kompol Paridal.
Dia mengatakan aksi tersebut murni kriminal. “Dari informasi yang kami dapat, antara pemilik warung dengan pelaku tidak ada masalah. Jadi kami dalami dulu kasus ini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
METI menilai program biodiesel B50 memperkuat ketahanan energi Indonesia, menghemat devisa, dan mendukung kemandirian energi nasional.
Gunungkidul memastikan tiket wisata pantai tetap menggunakan skema per kawasan. Pengunjung dinilai lebih diuntungkan dibanding tiket per destinasi.
Polda Metro Jaya menangkap MY, terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15. Polisi masih mendalami motif dan tujuan pelaku.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo usai Etik Suryani ditetapkan KPK.
Mahfud MD menilai pengalihan penyidikan kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejaksaan Agung tidak dikenal dalam KUHAP.