Dari 90 Pohon Tumbang di Kulonprogo, 60 Menimpa Rumah Warga

Sebuah pohon besar tumbang di kebun warga di Jalan Pengasih-Wates, tepatnya di samping kampus UNY Wates, belum sepenuhnya ditangani pada Senin (6/1/2019). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
07 Januari 2020 02:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Hujan lebat yang disertai angin kencang sepanjang tahun 2020 yang baru berlangsung selama enam hari ini telah menyebabkan sebanyak 90 kejadian pohon tumbang. Dari jumlah itu, 60 pohon jatuh menimpa rumah warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi menuturkan hujan lebat disertai angin kencang yang turun sepanjang tahun ini, selain menimbulkan pohon tumbang, juga menyebabkan tanah longsor. Total ada 97 kejadian sepanjang tahun 2020 ini.

"Dari hujan lebat yang terjadi pada Jumat [3/1/2020] hingga Minggu [5/1/2020] di daerah Pengasih, Kokap, hingga Lendah sendiri menimbulkan 90 titik pohon tumbang," kata Ariadi, Senin (6/1/2020). Meski begitu, ia bersyukur tak ada korban jiwa dalam kejadian tahun ini.

Selain menimpa rumah warga, salah satu sekolah dasar di Kecamatan Pengasih juga dikatakan Ariadi tertimpa pohon tumbang. Tak hanya itu, 10 pohon tumbang juga menimpa jaringan listrik dan 21 lainnya menutup akses jalan.

Sementara itu, beberapa ruangan di SMKN 2 Pengasih juga mengalami kerusakan akibat dihempas angin kencang. Salah satu rumah warga di Desa Hargotirto, Kokap juga tertimpa tebing longsor. Bahkan salah satu rumah di Dusun Wonosidi Kidul, Wates, halamannya tergenang air akibat saluran air ke Sungai Serang tertutup lumpur.

Sejauh ini pihaknya belum menetapkan status siaga darurat bencana. Namun Ariadi mengimbau masyarakat terus waspada sebab BMKG memperpanjang potensi hujan lebat disertai angin kencang dari tanggal 7 menjadi 12 Januari.

"Kami juga sudah rapat kesiapsiagaan dipimpin Sekda," ujarnya.

Terkait hujan lebat ini, hingga kini, penanganan jaringan listrik yang mati akibat kabelnya tertimpa pohon tumbang masih dilakukan oleh PLN. Salah satu warga terdampak di Dusun Kamal, Desa Pengasih, Kapanewonan Pengasih, yaitu Bayuarga Damar Sungkowo, 22, menuturkan pihaknya harus rela tidak mendapat aliran listrik selama tiga hari.

"Banyak kabel yang tertimpa pohon tumbang. Untungnya rumah saya enggak kena [pohon tumbang]. Tapi listriknya mati tiga hari, baru menyala kemarin [Minggu] siang, karena itu aktivitas cukup terganggu," kata Bayu pada Harianjogja.com, Senin siang.