Advertisement
Tanah Bergerak Rawan Terjadi di 15 Kecamatan di Sleman
Warga bergotong royong membenahi rumah warga Losari 2 Wukirharjo Prambanan yang terkena fenomena tanah bergerak, Selasa (7/1/2020). - Ist/dok
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-- Berdasarkan data yang dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), wilayah Kecamatan Prambanan menjadi salah satu kawasan berpotensi fenomena tanah bergerak.
BPBD Sleman mencatat, dari 17 kecamatan terdapat 15 kecamatan yang rawan mengalami potensi gerakan tanah.
Advertisement
"Hampir seluruh kecamatan ada potensi pergerakan tanah kecuali Minggir dan Sleman. Dari 15 kecamatan itu, ada yang potensinya sedang hingga tinggi potensi gerakan tanah," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, Selasa (7/1/2020).
Berdasar pemetaan, kata Makwan, Kecamatan Prambanan masuk dalam kategori menengah-tinggi. Pada zona menengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau lereng.
BACA JUGA
"Yang dimaksud kategori kerawanan tinggi, daerah yang dapat mengalami gerakan tanah apabila curah hujan diatas normal, sedangkan gerakan tanah lama dapat aktif kembali," kata Makwan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pengamat: RUU Perampasan Aset Ujian Serius Komitmen Antikorupsi
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- KSPN Malioboro-Pantai Baron Layani Wisatawan Sabtu 14 Februari 2026
- Malioboro Full Pedestrian Masih Tunggu Infrastruktur dan Lahan Parkir
- Inflasi DIY Terkendali, Sultan Jogja Paparkan Langkah Stabilitas Harga
- Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Beroperasi Sabtu 14 Februari 2026
- BMKG Ingatkan Warga Waspadai Hujan Beragam Intensitas di Kota Besar
Advertisement
Advertisement






