Pengin Jadi Bupati Gunungkidul, Ini Program Pembangunan yang Dijanjikan Rektor UNY

Rektor UNY Prof. Sutrisna Wibawa. - Harian Jogja/Sunartono
08 Januari 2020 23:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Profesor Sutrisna Wibawa menyatakan siap maju dalam Pilkada Gunungkidul tahun ini.

Lelaki yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Direktur Jenderal di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi ini mengeluarkan slogan “Kadhung
Trisna”.

Menurutnya, slogan tidak sekedar identik dengan namanya Sutrisna, namun bagi guru besar filsafat Jawa ini, slogan lebih mengedepankan filosofi
mengenai dirinya dicintai warga Bumi Handayani.

Ia mengatakan saat ini partai politik yang berkomunikasi dengannya seperti PAN, PKB, PKS, dan Golkar tengah mendiskusikan bakal calon bupati
yang diusung. "Saya kan tergantung mereka diusung atau tidaknya. Saya tidak boleh mengusung diri sendiri," jelasnya Rabu (8/1/2020).

Sebagai putra daerah, dirinya merasa punya kewajiban membangun tanah kelahirannya. Kehadiran Sutrisna memberi warna baru diantara
nama-nama tokoh yang belakangan muncul menyatakan kesiapan menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati.

Ia mengklaim memiliki jaringan besar di Pemerintah Pusat. Hal tersebut ia nilai cukup strategis bagi
pembangunan Gunungkidul kedepan. Program yang ditawarkan oleh Sutrisna sebagai calon bupati adalah maksimalisasi potensi Gunungkidul melalui pemberdayaan pariwisata di sektor pantai. Tidak hanya itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul juga menjadi programnya.

"Saya kelompokkan SDM menjadi tiga yaitu 50 tahun ke atas, 30-50 tahun, dan di bawah 30 tahun," ungkapnya. Untuk SDM di bawah 30 tahun akan diinsentifkan pada sektor pendidikan, umur 30-50 tahun diarahkan ke vokasi-vokasi yang diminati sehingga memperoleh
bimbingan teknis untuk membuat usaha atau start up. Pengelompokan bertujuan agar tepat sasaran sesuai dengan kinerja yang masih dimiliki.

"Usia produktif kan 30 sampai 50 tahun," kata Pria kelahiran Kecamatan Karangmojo itu.

Rencana pembangunan kampus UNY di Gunungkidul yang telah direstui pemkab menurutnya sebagai upaya pemerataan pendidikan di DIY. Sutrisna bersama Bupati Gunungkidul, Badingah menginisiasi lahirnya kampus pendidikan vokasi UNY di Gunungkidul. Rencananya kampus ini akan dibangun di daerah Kecamatan Semanu dan mulai berjalan tahun ajaran 2020/2021.

Ditanya soal solusi konkret untuk mengatasi kekeringan di Gunungkidul yakni dengan memperbanyak sumur bor secara kelompok. "Agar tidak setiap tahun mengandalkan dropping air dari pihak ketiga," ujarnya.