Bukan Hanya Tim SAR, Ini Personel Gabungan yang Siaga Hadapi Bencana di Kulonprogo

Bupati Kulonprogo, Sutedjo busana hitam didampingi jajaran Forkompinda Kabupaten Kulonprogo meninjau kesiapan peralatan penanggulangan bencana dalam apel siaga penanggulangan bencana di Mapolres Kulonprogo, Jumat (10/1/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
11 Januari 2020 00:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Personil gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas DIY, Satuan Polisi Pamong Praja hingga organisasi relawan kebencanaan di Kulonprogo telah disiagakan dalam upaya menghadapi cuaca ekstrem, yang diprediksi bakal melanda wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama sepekan ke depan.

Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), ratusan personil itu mengikuti apel siaga penanggulangan bencana di Mapolres Kulonprogo, Jumat (10/1/2020).

Dalam kegiatan tersebut turut dihadirkan sejumlah peralatan penunjang upaya penanggulangan bencana, di antaranya perahu karet, alat berat, ambulans, mobil evakuasi korban terdampak, hingga dapur umum portabel.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Tartono mengatakan, apel ini dilakukan guna mengevaluasi kekuatan personel dan sarana prasarana (sarpras) pendukung dalam upaya penanggulangan bencana. "Kami juga tekankan kepada anggota untuk menguasai penanggulangan bencana. Bukan hanya kesiapan SDM dan peralatan semata," ujarnya, usai apel, Jumat pagi.

Dijelaskan Tartono, kesiapan personel sangat diperlukan mengingat wilayah Kulonprogo merupakan kawasan rawan bencana alam. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, pada 2019 terdapat peristiwa tanah longsor sebanyak 88 kejadian, banjir 5 kejadian, rumah roboh dan pohon tumbang akibat angin kencang 83 kejadian, kebakaran 59 kejadian dan kekeringan 158 kejadian.

Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan adanya apel ini telah mendukung kesiapsiagakan Forkompinda dalam menghadapi bencana . Forum tersebut sebelumnya mengadakan pertemuan membahas upaya penanggulangan bencana.

Di unsur pemerintah daerah, lanjut Sutedjo, pihaknya telah menguatkan koordinasi antara BPBD, Orari, Tagana dan PMI. "Sampai tingkat kapanewon antara panewu danramil dan polsek sudah siapkan semuanya," ujar Sutedjo.

Pemkab Kulonprogo juga telah menyediakan anggaran sebesar Rp3,6 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk menanggulangi dampak kerugian akibat bencana.