Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Bulevar di tengah-tengah Jl. Suroto, Kotabaru, Senin (17/9/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Kotabaru Jogja digadang-gadang sebagai kawasan wisata alternatif yang bisa memecah keramaian Malioboro.
Lurah Kotabaru, Supardi, mengatakan wilayah tersebut memiliki daya tarik wisata khususnya sejarah. Ini akan menjadi branding Kotabaru yang akan diangkat ke publik. Seperti peristiwa bersejarah Serangan Kotabaru di Kompi Kotabaru yang diperingati setiap 7 Oktober. Begitu pula Masjid Syuhada, Gereja HKBP dan Gereja Kotabaru yang memiliki sejarah panjang.
Ia juga menuturkan di Kotabaru memiliki potensi wisata berbasis masyarakat, yakni Festival Kampung Lampion yang digelar di RW 18. Di festival tersebut, kampung dihias sedemikian rupa dengan cat dan lampion, lengkap dengan sejumlah spot swafoto.
“Festival ini juga didukung berbagai gelaran seni dari warga,” katanya, Sabtu (18/1/2020).
Pada Musyawarah Rencana Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) Kotabaru 2020, wisata menjadi salah satu fokus pembangunan selain pemberdayaan masyarakat dan fasilitas umum.
Dengan total anggaran sebesar Rp783 juta, ada empat prioritas program, meliputi peningkatann keterampilan, pengetahuan dan kesehatan masyarakat; melestarikan budaya yang berkembang di masyarakat; mendorong peran masyarakat dalam mendukung Kota Jogja sebagai kota wisata yang berbudaya; serta menciptakan kawasan pancatertib.
“Sinergi dengan Pemkot Jogja dalam peningkatan infrastruktur dan perekonomian berbasis pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang akan dijalankan untuk pariwisata ini adalah pelatihan pemandu wisata bagi warga Kotabaru,” kata dia.
Di sektor pemberdayaan masyarakat, pihaknya melanjutkan program Pemkot yang telah terlaksana pada 2019, seperti kampung sayur dan lele cendol.
“Kampung sayur semakin terasa manfaatnya seperti sekarang saat harga cabai naik. Lele cendol kami kembangkan yang tahun lalu baru ada 14 kolam, menjadi 48 kolam,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan Kotabaru merupakan pengembangan kawasan cagar budaya. “Akan kami kembangkan menjadi kawasan alternatif di luar Malioboro. Sehingga dalam Musrenbangkel ini masyarakat juga bisa menyesuaikan perkembangan kawasan Kotabaru,” katanya.
Ia melihat Kotabaru memiliki banyak nilai sejarah. Namun banyak orang yang belum tahu hal tersebut. “Syukur-syukur ada diorama yang memberi penguatan sejarah Kotabaru. Pengembangan tradisi dan budaya yang sudah dimunculkan juga harus dikembangkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.