Rawan Ambrol, Warga Larang Kendaraan Berat Lewat di Jembatan Kalibogor

Kepala Dusun Gupakwarak, Sodri menunjukkan beberapa retakan fondasi dan talut jembatan Kalibogor di Dusun Gupakwarak, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Senin (20/1/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
20 Januari 2020 18:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Jembatan Kalibogor di Dusun Gupakwarak, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul rawan ambrol. Itulah sebabnya warga setempat menutup akses jembatan itu bagi kendaraan bertonase besar.

Kepala Dusun Gupakwarak, Sodri mengatakan fondasi jembatan yang menghubungkan Dusun Gupakworok dan Dusun Dadabong itu kini rusak. Belum lagi talut di bantaran sekitar kedua sisi jembatan itu pun kini sudah retak sehingga juga rawan ambrol, terlebih jika harus menahan beban kendaraan bertonase besar.

Dia mengaku Menurut dia, jembatan selebar sekitar enam meter itu selama ini ramai dilintasi kendaraan karena jembatan itu bagian dari penghubung wilayah Pajangan-Kasihan. Sejumlah kendaraan berat juga kerap lewat karena di wilayah sekitar jembatan terdapat beberapa pabrik garmen dan minuman bermerek. “Kami akan bikin papan pengumuman agar kendaraan bertonase besar tidak melintas dulu. Biar tidak bahaya,” kata Sodri, Senin (20/1/2020).

Jembatan itu, kata dia, dibangun secara swadaya oleh masyarakat dari beberapa pedukuhan pada 1999 lalu. Sampai saat ini jembatan belum pernah direhab baik konstruksi jembatannya maupun talut di sekitarnya.

Dia berujar jembatan mulai terlihat rusak sejak dua tahun lalu, namun kerusakan semakin parah akhir-akhir ini. Sebenarnya, kata dia, jembatan itu membentang di atas kali kecil. “Tetapi kalau ada hujan deras pasti banjir dan meluap sampai permukiman. Kerusakannya itu kemungkinan karena sering tergerus air hujan,” kata Sodri.