Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Foto ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Manajemen RSUD Wonosari berharap pembayaran klaim BPJS Kesehatan berjalan lancar. Hal ini tidak lepas adanya kenaikan premi iuran yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Manajemen rumah sakit memastikan akan tetap melayani pasien dengan BPJS Kesehatan.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUD WONOSARI, Sumartana, mengatakan jajarannya berharap klaim BPJS Kesehatan tidak terlambat. Pasalnya, pengalaman di tahun-tahun sebelumnya ada keterlambatan dan tunggakan pembayaran klaim ke rumah sakit. “Mudah-mudahan bisa tepat waktu sehingga beban piutang tidak semakin menumpuk,” kata Sumartana kepada wartawan, Selasa (21/1/2019).
Menurut dia dengan kenaikan premi iuran maka beban keuangan yang ditanggung BPJS seharusnya bisa lebih ringan. Oleh karena itu, keterlambatan pembayaran tidak terulang kembali seperti tahun lalu. Sumartana menuturkan hasil koordinasi dengan BPJS ada komitmen untuk mempercepat proses pembayaran klaim. Hanya, untuk mewujudkan hal tersebut juga butuh partisipasi dari rumah sakit untuk mempercepat verifikasi terhadap klaim jaminan yang akan diajukan. “Kami sudah menambah petugas verifikator agar pengurusan klaim bisa lebih dipercepat,” katanya.
Sumartana mengungkapkan pasca-penetapan kenaikan iuaran upaya perbaikan dilakukan BPJS. Hal ini terlihat dari tata cara pengajuan klaim. Sebelum ada kenaikan, pengajuan klaim dilakukan dua bulan berjalan. “Dulu klaim Januari diajukan Maret, tapi sekarang klaim Januari maksimal Februari masuk ke BPJS,” katanya.
Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanto, mengatakan untuk kenaikan iuran BPJS Kesehatan Pemkab mengalokasikan anggaran. Menurutnya, alokasi yang disediakan meningkat signifikan karena pagu anggaran di 2020 mencapai Rp69 miliar. “Tahun lalu di kisaran Rp34 miliar, tapi berhubung naik dua kali lipat, maka anggaran yang dialokasikan juga harus ditambah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.
Bank Kulonprogo meraih TOP Golden Trophy 2026 lewat program kredit UMKM dan pembiayaan bagi PPPK Paruh Waktu.
Polsek Pundong mengungkap kasus pengeroyokan di Jalan Parangtritis Bantul. Lima pelaku diamankan usai aniaya pemuda.
Kemlu RI memastikan seluruh 39 WNI korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, telah ditemukan.
Presiden Prabowo menegaskan penambahan alutsista TNI AU seperti Rafale untuk memperkuat pertahanan Indonesia di tengah geopolitik global.