Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Silaturahmi Koalisi Kebangsaan dengan pengurus PDM Sleman, Rabu (22/1/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Beberapa bulan jelang pilkada, ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah mulai didatangi beberapa partai politik. Selain sharing gagasan, langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan pemimpin yang layak diusung politik menjelang Pilkada Sleman September 2020 mendatang.
Rombongan dari Koalisi Kebangsaan misalnya, mendatangi Kantor PAC Muhammadiyah Sleman untuk bertukar gagasan terkait kriteria pemimpin masa depan yang dibutuhkan Sleman. Sebelumnya, koalisi ini juga menjajaki dialog dengan PCNU Sleman. "Kami menyamakan persepsi terkait dengan calon bupati yang layak diusung pada Pilkada September mendatang. Kami komitmen untuk mencari kriteria pemimpin yang soleh, berwawasan kebangsaan, visioner dan berintegritas," kata Wakil Ketua Koalisi Kebangsaan Dzit Haironi seusai bertemu dengan pengurus PAC Muhamadiyah Sleman, Rabu (22/1/2020).
Dijelaskan Ketua DPC Partai Hanura Sleman ini, Sleman ke depan membutuhkan bupati yang sosok yang bisa mengayomi semua. Tidak hanya mengayomi kelompok tertentu tetapi semua kelompok. Hal itu menjadi komitmen Koalisi Kebangsaan sebelum mendukung sosok yang pantas didukung. "Kami menyamakan persepsi pemimpin masa depan, menyamakan tekad. Tidak membedakan apakah NU atau Muhammadiyah, muslim atau Kristen," katanya.
Sekretaris PAC Muhammadiyah Sleman Ahmad Afandi mengatakan selain Koalisi Kebangsaan sejumlah bakal calon bupati yang akan maju sudah bertemu dengan pengurus Muhammadiyah. Selain meminta dukungan politik, mereka juga datang untuk sharing gagasan terkait pemimpin yang layak memimpin Sleman ke depan.
"Pada prinsipnya, kami terbuka dengan siapa saja yang datang. Semua kami terima. Tetapi perlu diingat kami bukan partai politik sehingga secara kelembagaan tidak akan ikut terlibat mendukung calon atau partai tertentu," katanya seusai menerima kunjungan Koalisi Kebangsaan.
Kriteria Calon
Saat ini, Muhammadiyah masih menyusun kriteria calon bupati yang pantas untuk menduduki kursi nomor satu di Sleman itu. Setelah kriteria calon disepakati, maka masing-masing bakal calon akan digodok secara matang. "Apakah si calon masuk dalam kriteria calon yang layak atau tidak (didukung) kami akan membahas secara detail sesuai kriteria," katanya.
Dia mengaku sudah ada dua bakal calon bupati yang sudah mendatangi PAC Muhammadiyah. Selain itu, terdapat dua koalisi partai yang juga mendatangi kantor tersebut. Afandi mengaku mendukung langkah yang dilakukan Koalisi Kebangsaan untuk mendukung lahirnya pemimpin yang berintegritas untuk menyejahterakan masyarakat Sleman. "Siapapun, termasuk kader Muhammadiyah, yang masuk kriteria Muhammadiyah tentu akan didukung. Dan itu pun harus menandatangani pakta integritas dengan Muhammadiyah," katanya.
Senada, Ketua Tim 9 PCNU Sleman, Waljiono mengatakan pihaknya masih tengah merumuskan kriteria calon yang layak diusung menjadi Bupati Sleman. Hanya, seperti halnya Muhammadiyah, NU juga bukan partai politik. "Tim masih terus menggodok calon bupati yang masuk kriteria dan layak didukung. Sudah ada komunikasi yang dilakukan calon yang dinilai layak maju, tetapi kami juga belum bisa menentukan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.