KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Silaturahmi Koalisi Kebangsaan dengan pengurus PDM Sleman, Rabu (22/1/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Beberapa bulan jelang pilkada, ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah mulai didatangi beberapa partai politik. Selain sharing gagasan, langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan pemimpin yang layak diusung politik menjelang Pilkada Sleman September 2020 mendatang.
Rombongan dari Koalisi Kebangsaan misalnya, mendatangi Kantor PAC Muhammadiyah Sleman untuk bertukar gagasan terkait kriteria pemimpin masa depan yang dibutuhkan Sleman. Sebelumnya, koalisi ini juga menjajaki dialog dengan PCNU Sleman. "Kami menyamakan persepsi terkait dengan calon bupati yang layak diusung pada Pilkada September mendatang. Kami komitmen untuk mencari kriteria pemimpin yang soleh, berwawasan kebangsaan, visioner dan berintegritas," kata Wakil Ketua Koalisi Kebangsaan Dzit Haironi seusai bertemu dengan pengurus PAC Muhamadiyah Sleman, Rabu (22/1/2020).
Dijelaskan Ketua DPC Partai Hanura Sleman ini, Sleman ke depan membutuhkan bupati yang sosok yang bisa mengayomi semua. Tidak hanya mengayomi kelompok tertentu tetapi semua kelompok. Hal itu menjadi komitmen Koalisi Kebangsaan sebelum mendukung sosok yang pantas didukung. "Kami menyamakan persepsi pemimpin masa depan, menyamakan tekad. Tidak membedakan apakah NU atau Muhammadiyah, muslim atau Kristen," katanya.
Sekretaris PAC Muhammadiyah Sleman Ahmad Afandi mengatakan selain Koalisi Kebangsaan sejumlah bakal calon bupati yang akan maju sudah bertemu dengan pengurus Muhammadiyah. Selain meminta dukungan politik, mereka juga datang untuk sharing gagasan terkait pemimpin yang layak memimpin Sleman ke depan.
"Pada prinsipnya, kami terbuka dengan siapa saja yang datang. Semua kami terima. Tetapi perlu diingat kami bukan partai politik sehingga secara kelembagaan tidak akan ikut terlibat mendukung calon atau partai tertentu," katanya seusai menerima kunjungan Koalisi Kebangsaan.
Kriteria Calon
Saat ini, Muhammadiyah masih menyusun kriteria calon bupati yang pantas untuk menduduki kursi nomor satu di Sleman itu. Setelah kriteria calon disepakati, maka masing-masing bakal calon akan digodok secara matang. "Apakah si calon masuk dalam kriteria calon yang layak atau tidak (didukung) kami akan membahas secara detail sesuai kriteria," katanya.
Dia mengaku sudah ada dua bakal calon bupati yang sudah mendatangi PAC Muhammadiyah. Selain itu, terdapat dua koalisi partai yang juga mendatangi kantor tersebut. Afandi mengaku mendukung langkah yang dilakukan Koalisi Kebangsaan untuk mendukung lahirnya pemimpin yang berintegritas untuk menyejahterakan masyarakat Sleman. "Siapapun, termasuk kader Muhammadiyah, yang masuk kriteria Muhammadiyah tentu akan didukung. Dan itu pun harus menandatangani pakta integritas dengan Muhammadiyah," katanya.
Senada, Ketua Tim 9 PCNU Sleman, Waljiono mengatakan pihaknya masih tengah merumuskan kriteria calon yang layak diusung menjadi Bupati Sleman. Hanya, seperti halnya Muhammadiyah, NU juga bukan partai politik. "Tim masih terus menggodok calon bupati yang masuk kriteria dan layak didukung. Sudah ada komunikasi yang dilakukan calon yang dinilai layak maju, tetapi kami juga belum bisa menentukan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
DIY dinilai memiliki SDM dan teknologi yang memadai untuk mengembangkan Smart Province, dengan tantangan utama pada integrasi, regulasi, dan kolaborasi.
Bintang/Sofyan menghadapi Qatar di final voli pantai Asian Games 2026, Sabtu (3/10). Laga berlangsung pukul 11.00 WIB.
anda HP terkena spyware bisa terlihat dari perubahan perilaku perangkat. Kenali gejala dan cara mengamankan data pribadi.
Veda Ega P14 di FP2 Moto3 Jepang 2026, sementara Hakim Danish P11. Simak hasil latihan dan posisi klasemen keduanya.
Bedah buku Etika Kepariwisataan di Jogja membahas pentingnya etika warga, wisatawan, budaya, dan lingkungan dalam menjaga keberlanjutan pariwisata.