Kawanan Monyet Jarah Tanaman Jagung di Kepek Saptosari Gunungkidul

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). - Antara Foto/ Rahmad
22 Januari 2020 19:47 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Serangan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) kian meresahkan warga di Desa Kepek, Kecamatan Saptosari. Lahan pertanian di puluhan dusun terancam rusak dan gagal panen akibat adanya serangan satwa liar ini.

Sejumlah warga di Desa Kepek, mengaku kewalahan untuk menghalau serangan kawanan monyet. Salah seorang petani bernama Putro, warga Dusun Kepek, Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, mengungkapkan tanaman palawija miliknya seperti kacang tanah, kedelai, hingga jagung kerap menjadi sasaran kawanan monyet. "Tanaman jagung milik saya yang sebentar lagi panen sudah hampir habis dijarah kawanan monyet yang masuk ke lahan pertanian," kata Putro, Rabu (22/1/2020).

Putro mengaku tak bisa berharap tanaman jagung miliknya memberikan hasil panen. Tanaman yang siap panen kini hanya tersisa batang saja, sedangkan jagung sudah dimangsa kawanan monyet.

Untuk mengatisipasi agar serangan tak semakin meluas, petani harus berjaga di ladang. Selama seharian para petani harus berjibaku mengusir kawanan monyet yang turun mencari makanan. Putro menuturkan serangan satwa liar ini ada sejak tiga tahun terakhir. Namun saat ini serangan semakin masif dan berdampak paling parah.

Warga, menurut Putro, sudah melaporkan kejadian itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gunungkidul beberapa bulan lalu, tapi belum ada hasil yang signifikan. "Kalau musim kemarau kawanan monyet turun hingga kawasan permukiman, kalau musim hujan merusak tanaman palawija petani," ujarnya.

Kepala Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Suhut Hudi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya serangan kawanan monyet ekor panjang ke area pertanian milik warga. Bahkan, kejadian seperti itu diakuinya terjadi hampir sepenjang 2019 hingga saat ini. Ia pun tak menampik jika kejadian tersebut merupakan kejadian yang terus terjadi.

"Kawanan monyet menjarah tanaman pertanian pada pagi, siang dan sore, kalau malam kembali ke hutan. Untuk mengurangi kerugian petani terpaksa menunggui tanaman miliknya mulai pagi hingga petang," ujarnya.

Ia menuturkan serangan monyet-monyet tersebut cenderung merusak tanaman pertanian. Saat musim kemarau sasarannya tanaman-tanaman yang mengandung air, sedangkan di musim hujan kawanan monyet merusak tanaman petani seperti jagung, padi, kedelai dan tanaman palawija lainnya. "Kami berharap serangan kawanan monyet segera diatasi dengan cara apapun. BKSDA saat ini tengah mengidentifikasi kejadian, karena jumlah kawanan monyet yang turun sangat banyak, sampai ratusan ekor setiap hari," kata dia.

Masyarakat menduga kejadian tersebut dipicu meledaknya populasi monyet ekor panjang di kawasan hutan Saptosari. Menurut dia, perlu ada tindakan yang nyata dari pihak-pihak terkait untuk mengendalikan serangan ini. "Harapan kami ada langkah nyata dari pemerintah untuk mengurangi populasi monyet ekor panjang karena sudah sangat mengganggu dan merugikan petani," ujarnya.