Kemensos: Kasus KAS Adalah Fenomena Mencari Jalan Pintas untuk Kaya

Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara. - Detikcom
24 Januari 2020 01:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-- Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara menyatakan kementeriannya siap memberikan pendampingan psikologis bagi para korban penipuan Kraton Agung Sejagat (KAS) jika diperlukan.

“Ya kalau mereka minta ya kami dampingi,” kata Juliarti Juliarti seusai menyampaikan pengarahan kepada 70 pegawai Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) DIY di Kasihan, Bantul, Kamis (23/1/2020).

Juliarti menyebut kasus Kraton Agung Sejagat merupakan fenomena sosial, yakni mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Para pengikut Kraton Agung Sejagat, kata dia, merupakan korban janji dari ‘Raja’ Toto Santoso dan ‘Ratu’ Fanni Aminadia. Korban dijanjikan mnedapat gaji tinggi dan mendapat kesejahteraan semalam menjadi pengikut KAS.

“Ya susah juga kalau di dalam benak kita selalu mau cari jalan singkat untuk mencari kaya, itu dulu yang harus diluruskan, tidak ada jalan singkat untuk menjadi orang kaya, itu adanya cuma di kasino, tapi di kasino pun bisa kaya mendadak dan miskin mendadak,” kata Juliarti.

Menurut dia, yang perlu ditanamkan adalah tidak ada jalan pintas untuk menjadi orang kaya. Semuanya membutuhkan proses dan usaha. Sebagaimana diketahui raja dan ratu Kraton Angung Sejagat yang sudah ditetapkan menjadi tersangka mengakui bahwa kerajaan yang didirikannya merupakan khayalan. Sementara itu polisi juga terus mendalami kasus penipuan KAS, karena para pengikutnya rata-rata telah telah membayar Rp3-30 juta.