Perangi Klithih, Pemerintah Kecamatan Depok Bakal Libatkan Ojek Online

Ilustrasi klithih - JIBI
26 Januari 2020 15:57 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kecamatan Depok, Sleman memanfaatkan teknologi untuk mengantisipasi aksi kriminal klithih.

Penanganan aksi klitih atau kejahatan jalanan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi pekerjaan rumah bersama. Salah satunya Pemerintah Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman yang berupaya menekan dan mengantisipasi kriminalitas.

Pemerintah setempat memanfaatkan teknologi untuk menjaga situasi kamtibmas. Berupa sistem keamanan yang diakses melalui aplikasi dan terkoneksi dengan kantor polisi.

"Inovasi dari Kecamatan Depok, ingin menciptakan Depok aman dan nyaman bagi masyarakat. Terutama klitih dan kriminal di jalan, kejadian klitih dan kriminalitas bisa kita tekan semaksimal mungkin, harapannya gak ada kejadian kriminalitas di Depok," kata Camat Depok, Abu Bakar, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (25/1/2020).

Kecamatan Depok, Sleman diketahui merupakan salah satu kawasan terpadat di DIY. Terdapat puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta, pusat perbelanjaan, hotel, fasilitas publik, tempat hiburan, menjamurnya kos mahasiswa, objek vital hingga Bandara Internasional Adisutjipto. Depok yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta juga menjadi wilayah yang seolah tak pernah mati dari aktivitas masyarakat.

Abu Bakar menjelaskan, sistem keamanan ini rencananya bakal diluncurkan pada Senin (27/1/2020) besok. Aplikasi kerja sama dengan penyedia layanan jasa transportasi online.

"Jadi bila ada kejadian di jalan, misalnya klithih, perkelahian, penganiayaan di jalan, kecelakaan, kriminalitas di jalan, dari driver ojol langsung memberitahukan ke kita, misalnya dengan foto, video atau share location sehingga polisi dapat datang segera dengan hitungan menit," jelasnya.

Sistem ini khusus untuk wilayah Kecamatan Depok dan sekitarnya. Nantinya akan ada koneksi antara petugas Kecamatan Depok, koramil, dan tiga mapolsek di Kecamatan Depok yakni Polsek Depok Barat, Polsek Depok Timur, dan Polsek Bulaksumur.

"Nanti kita juga masuk ke unit reaksi cepat yang ada di aplikasi driver ojol dan mitra mereka. Jadi bisa langsung memberitahukan ke piket polsek yang ada di Depok jika ada laporan kriminalitas," jelasnya.

"Senin besok sudah kita mulai kerja samanya," lanjutnya.

Saat dimintai konfirmasinya, Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah membenarkan pihaknya telah diajak kerja sama dalam sistem keamanan di Kecamatan Depok ini. 

"Untuk uji coba Depok, koordinasi di Camat Depok. Kalau (hasilnya) bagus nanti (diterapkan) di seluruh wilayah Sleman," kata Rizky. 

Pihaknya menyiagakan anggotanya di Polsek Depok Barat, Timur, Bulaksumur, serta Pos Sabhara Polres Sleman di Babarsari. 

Menurutnya, Kecamatan Depok tergolong wilayah yang angka kerawanan kriminalitasnya tinggi. "Depok padet, ya (angka kriminalitas tinggi)," ujarnya. 

Terpisah, Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan pihaknya menyiapkan sistem yang bisa diakses oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC). Jika tim URC menemukan tindak kriminalitas di jalanan, maka bisa langsung meneruskan informasi ke kantor polisi. 

"Ketika ada laporan dari URC akan disampaikan ke kepolisian di Depok, memberi informasi. Sejauh ini mitra di Depok, kita punya tim URC, untuk kriminalitas kita punya akses langsung ke kantor polisi," kata Neneng di sela acara Safety Roadshow #AmanUntukSemua di Yogyakarta, Jumat (24/1/2020).

Sumber : Detik.com