BGN Siapkan 1.700 Dapur MBG di Daerah dengan Stunting Tinggi
BGN menyiapkan 1.700 SPPG di wilayah dengan stunting tinggi. Program MBG diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka Simposium Internasional terkait Budaya Jawa dan Naskah Keraton di Royal Ambarukmo Hotel, Selasa (5/3/2019)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA - Warga DIY diimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke China untuk sementara waktu guna menghindari kemungkinan tertular virus corona. Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Untuk sementara ini jangan berkunjung ke China dulu," kata Sultan di kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Senin (27/1/2020).
Sultan juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan yang menyebutkan adanya warga Jogja yang berkunjung maupun tinggal di Kota Wuhan, China. "Tidak ada. Tidak ada yang pergi ke sana," kata dia.
Meski demikian, Raja Keraton Jogja ini masih membuka akses masuk wisatawan asal China datang ke Jogja. Alasannya, pemerintah pusat tidak memberlakukan larangan wisatawan asal Negeri Panda itu datang ke Indonesia. "Kan pemerintah (pusat) tidak ada larangan," kata dia.
"Hanya [WNI] dilarang berkunjung ke Wuhan. Yang di dalam [Wuhan] saja kan tidak boleh keluar, tapi dalam pengertian turis dari Indonesia pun tidak bepergian ke China, kan tidak ada larangan," kata Sultan menambahkan.
Sementara itu, ia mengaku tidak tahu persis jumlah warga asal China yang kini tengah berada di Jogja sehingga penyisiran terhadap mereka yang kemungkinan sedang belajar maupun berwisata di Kota Gudeg itu sulit dilakukan.
"Masalahnya jumlah mereka, kita tidak tahu persis. Kalau mereka [warga asal China] tidak berkunjung ke sana [Kota Wuhan] biar pun dia turis China kan tidak ada masalah," kata dia.
Untuk mencegah virus corona tipe baru masuk ke Jogja, menurut dia, dapat dilakukan melalui alat deteksi suhu tubuh (body thermal scanner) di bandara. Dinas Kesehatan DIY juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi.
"Itu bisanya, ya, di lapangan terbang untuk melihat dengan alat, ada kenaikan suhu tidak di tubuh seseorang lebih dari 37 derajat Celsius," kata dia.
Sebelumnya, General Manager GM PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan telah menyediakan alat body thermal scanner (pemindai panas tubuh), khususnya di pintu kedatangan internasional Bandara Adisutjipto guna mencegah penyebaran virus corona.
"Di terminal kedatangan internasional telah tersedia alat body thermal scanner, apabila penumpang menunjukkan indikasi suhu tubuh tinggi akan kami karantina. Kalau berpotensi menularkan penyakit atau wabah menular akan kami rujuk ke RSUP Dr Sardjito," kata Agus.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menyiapkan 1.700 SPPG di wilayah dengan stunting tinggi. Program MBG diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Omzet UMKM di Kabupaten Sleman mencapai Rp3,39 triliun. Lebih dari separuh omzet terkonsentrasi di lima kapanewon, dengan Ngaglik menjadi penyumbang terbesar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.