BLK Buka Pelatihan Kewirausahaan Produktif Terintegrasi untuk Tekan Angka Pengangguran

27 Januari 2020 21:07 WIB Lajeng Padmaratri Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WATES - Angka pengangguran di Kulonprogo meningkat pada 2019 mencapai 1,8% dari angka 1,49% pada 2018 lalu. Untuk itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kulonprogo terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran, salah satunya lewat pelatihan kewirausahaan.

Pada Senin (27/1/2020), instansi ini melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo bekerjasama dengan Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Bekasi membuka pelatihan kewirausahaan produktif terintegrasi. Rencananya, pelatihan ini akan digelar selama lima hari hingga Jumat (31/1/2020). Pelatihan ini setiap harinya akan berlangsung selama delapan jam.

Peserta pelatihan kewirausahaan produktif terintegrasi ini berasal dari seluruh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 12 kapanewon di Kulonprogo. "Seluruh biaya pelatihan ini dari BBPP Bekasi. Ada 80 pendaftar, sementara yang lolos 60 peserta yang diseleksi petugas BBPP Bekasi," kata Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana.

Ali Alatas, perwakilan dari BBPP Bekasi, menuturkan pelatihan ini dimaksudkan untuk mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait supaya bisa meningkatkan perekonomian dengan cara meningkatkan kualitas tenaga kerja dan menyiapkan wirausaha produktif di berbagai bidang.

"Tujuannya adalah menyiapkan wirausaha produktif, kreatif, memiliki inovasi dan berdaya saing, meningkatkan kompetensi manajerial melalui pelatihan, coaching dan mentoring, dan memperoleh output, outcome, benefit, dan impact yang signifikan," kata Ali.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono berharap kepada semua peserta untuk bisa mengikuti pelatihan dengan kesadaran tinggi karena dukungan BBPP Bekasi kepada Pemkab Kulonprogo telah begitu besar dalam upaya peningkatan kualitas tenaga kerja.

“Kemiskinan Kulonprogo masih tinggi, otomatis pengangguran juga masih banyak. Lewat pelatihan ini, akan menambah wawasan dan keterampilan peserta," harap Bambang.