DAMRI Layani Penumpang Menuju Bandara Baru, Ini Tarif & Rutenya

Angkutan menuju Bandara Kulonprogo yang disediakan DAMRI. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
30 Januari 2020 18:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah akan memberikan subsidi kepada warga yang menggunakan moda transportasi Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) menuju ke Yogyakarta International Airport.

Total ada lima rute yang akan dilewati armada DAMRI. Sebanyak dua rute melewati DIY dan tiga lainnya menuju ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur dan sekitarnya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi penumpang yang akan menggunakan armada DAMRI mendapatkan subsidi dari pemerintah. Tarif yang dibanderol untuk kelima jalur tersebut antara Rp21.000 sampai Rp25.000. Budi mengaku, jika harga tersebut merupakan harga subsidi dari pemerintah untuk masyarakat agar mau berpindah menggunakan transportasi umum, khususnya saat ingin bepergian ke bandara baru YIA di Kulonprogo.

"Harga tersebut sudah disubsidi dengan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk tahun ini, kalau tidak disubsidi harganya bisa sampai Rp70.000 , ini juga merupakan upaya marketing dari kami [Dirjen Hubdat] dan DAMRI agar masyarakat mau menggunakan transportasi umum antarmoda ini," kata Budi dalam acara peresmian shelter transportasi umum antarmoda di Sleman City Hall, Kamis (30/1/2020).

Rencananya armada tersebut akan mulai melayani warga ke YIA pada Maret 2020. Adapun, kendaraan yang melayani rute melewati DIY ada dua, yakni Sleman City Hall (SCH)–YIA dan YIA–Hartono Mall. Rute yang akan melayani rute KSPN Borobudur, yakni YIA–Candi Borobudur (Via Bukit Menoreh), YIA– Candi Borobudur dan Candi Borobudur–Grand Inna Malioboro.

"Untuk jalur SCH ke YIA kami [Dirjen Hubdat] akan mengalokasikan 10 bus DAMRI, sedangkan untuk jalur Bandara ke Hartono Mall akan disiapkan 11 bus dengan headway 20 menit. Kalau lebih dari itu masyarakat akan terlalu lama menunggu, kami tetap akan melakukan evaluasi pascapelaksanaan angkutan antarmoda menuju ke YIA dan KSPN ini,"  katanya.

Dalam pelaksanaannya, Budi berharap agar setiap daerah yang menjadi titik lokasi pemberhentian terdapat sebuah shelter yang dapat dijadikan tempat tunggu yang nyaman bagi penumpang.

"Kami akan berupaya untuk memberikan shelter untuk ruang tunggu bagi masyarakat yang ingin menuju ke bandara YIA atau ke Borobudur. Kami juga akan menggandeng Kementerian PUPR dalam pelaksanaan transportasi antarmoda ini," ujarnya.

Budi berharap  masyarakat yang ingin ke YIA diimbau untuk menggunakan angkutan umum yang telah disiapkan pemerintah. Pasalnya, jika masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi dikhawatirkan akan memperparah tingkat kemacetan dan waktu tempuh akan menjadi lama.

"Upaya dari Dirjen Hubdat ini juga dilatarbelakangi oleh upaya Menhub dan General Manager Angkasa Pura I yang berencana pada Maret akan memindahkan semua pesawat yang ada di Bandara Adisutjipto ke Bandara YIA. Masyarakat diharapkan untuk bisa memanfaatkan layanan bus antarmoda ini untuk mengurangi kemacetan," ujar Budi.

 Jenis Kendaraan

Direktur Utama Perum DAMRI, Setia N Milatia Moemin, mengatakan kendaraan yang akan beroperasi untuk mengantarkan penumpang ke YIA dan KSPN baru beroperasi tiga unit. Sedangkan, sisanya akan secepatnya didatangkan.

Untuk spesifikasi kendaraan dengan merek Mercedes-Benz Sprinter berkapasitas sekitar 10 orang. Sedangkan, kendaraan lainnya merek Toyota Hiace dengan kapasitas kurang lebih 15 orang.

"Jenis armada nanti dievaluasi. Apakah nanti diubah jenisnya, atau ditambah armadanya nanti akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan permintaan masyarakat," jelasnya.

Adapun, Direktur Operasional PT Garuda Mitra Sejati, Bunardi mengatakan Sleman City Hall yang berlokasi di jalan provinsi, merupakan lokasi yang tepat dengan akses yang mudah untuk menjadi salah satu penyedia Shuttle Bus menuju YIA.

Sleman City Hall, lanjut Bunardi, dapat menjadi tempat pemberhentian, penjemputan, dan tempat beristirahat bagi masyarakat yang memilih rute dari Sleman City Hall.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi Sleman City Hall dapat menjadi salah satu shuttle DAMRI, dan dengan launching-nya angkutan antarmoda ini, diharapkan akan menjadi pilihan wisatawan baik dari Sleman City Hall ke Bandara maupun sebaliknya," jelasnya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas diluncurkannya Angkutan Antarmoda YIA dan KSPN. “Dengan adanya angkutan ini masyarakat Sleman akan lebih mudah dan lebih cepat jika ingin ke bandara YIA," katanya.

Menurutnya jarak bandara baru cukup jauh dari wilayah Kabupaten Sleman. Dengan hadirnya moda transportasi yang telah diluncurkan tersebut diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pergi menuju bandara YIA. “Ini juga diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan," katanya.

Lima Rute DAMRI ke YIA

Melewati DIY

  • Rute Pertama
  • - Sleman City Hall (SCH)–Kompleks Pemda Sleman–Terminal Jombor--YIA.
  • - Jumlah armada 10 bus
  • Rute Kedua
  • - YIA–Ambarketawang–Wirobrajan–Universitas Gadjah Mada–Jl. Affandi-Hartono Mall.
  • - Jumlah armada 11 bus

Melewati Candi Borobudur

  • Rute Pertama
  • - YIA–Tebing Gunung Gajah–Gua Kiskendo–Plono–Samigaluh–Jl. Nanggulan–Mendut–Candi Borobudur (Via Bukit Menoreh).
  • - Jumlah armada 3 bus
  • Rute Kedua
  • - YIA–Wates–Nanggulan–Dekso–Candi Borobudur.
  • - Jumlah armada 3 bus
  • Rute Ketiga
  • - Candi Borobudur–Terminal Muntilan–Terminal Jombor–Grand Inna Malioboro.
  • - Jumlah armada 3 bus