Dishub Bantul Tertibkan PKU dengan Tagihan Listrik Membengkak
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
Gumuk Pasir Parangtritis - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul menuntaskan kajian penataan Pansela seluas 6.809,37 hektare yang menempatkan kawasan barat Sungai Opak sebagai pusat aktivitas wisata, sementara sisi timur difokuskan pada konservasi.
Kepala Bappeda Bantul, Ari Budi Nugroho, menjelaskan bahwa penataan ini akan mengatur sektor pariwisata, perparkiran, rest area, hingga mitigasi bencana. Fokus utamanya adalah pariwisata berkelanjutan yang mengutamakan restorasi dan konservasi, terutama di sisi timur Sungai Opak.
Guna menjaga kelestarian alam, Pemerintah Kabupaten Bantul berencana menggeser pusat keramaian dari timur ke barat.
“Sebagian besar aktivitas wisata yang berpotensi merusak ekosistem gumuk pasir di sisi timur Sungai Opak akan dipindahkan ke barat. Tujuannya mengembalikan fungsi lahan serta melestarikan budaya dan geoheritage,” ujar Ari, Rabu (17/12/2025).
Dalam kajian tersebut, kawasan Pansela dibagi menjadi dua zona pengembangan utama:
1. Sisi Barat Sungai Opak (Pusat Aktivitas Wisata)
2. Sisi Timur Sungai Opak (Kawasan Pemanfaatan Terbatas)
Implementasi Bertahap hingga 2036
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Bantul, Yuli Hernadi, menyebutkan bahwa penataan ini akan dilakukan dalam tiga tahap:
Langkah strategis ini diharapkan mampu memecah kepadatan dan kebisingan di area timur (Parangtritis), sehingga ekosistem alam tetap lestari sementara roda ekonomi masyarakat di sisi barat terus tumbuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.