Advertisement
PILKADES SLEMAN: 147 Kandidat Bakal Calon Kepala Desa Mendaftar
Ilustrasi staf desa. - Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 147 warga mengajukan diri maju sebagai bakal calon kepala desa ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sleman. Saat ini, tahapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) dengan sistem e-voting di Sleman mulai memasuki tahap pendaftaran calon.
Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa DPMD Sleman, Agung Endarto, menjelaskan dari 147 pemohon masih ada satu wilayah yang masih nihil pendaftar. "Di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Godean hanya ada satu bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran," ujar Agung, Minggu (2/2/2020).
Advertisement
Sampai saat ini, kata Agung, baru satu calon yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon kepala desa ke DPMD Sleman. Apabila hingga akhir masa pendaftaran pada Selasa (4/2/2020) jumlah pendaftar belum bertambah, gelaran pilkades di Desa Sumbermulyo bakal ditunda. "Berdasarkan peraturan undang-undang, calon di satu desa minimal harus dua. Kalau hanya satu, dengan terpaksa harus ditunda tahun depan," katanya.
Agung menjelaskan saat ini jajarannya menggencarkan sosialisasi pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting ke seluruh desa di Sleman. "Kami [DPMD] menargetkan sosialisasi bisa segera selesai," katanya.
BACA JUGA
Sesuai tahapan, bakal calon kepala desa yang telah mendaftarkan diri ke DPMD Sleman bakal melalui tahapan penyaringan. Adapun, aspek penilaiannya dihitung dari 60% peran di masyarakat serta 40% dari hasil tes.
Sebelumnya, Komisi A DPRD Sleman menargetkan partisipasi pilkades yang dilaksanakan serentak di 49 desa di Sleman pada Maret 2020 bisa menyentuh angka 80% sampai 90%. Ketua Komisi A DPRD Sleman, Ani Martanti, mengatakan jumlah keaktifan masyarakat ini berdasarkan dari total keseluruhan daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di Sleman. "Sesuai hasil verifikasi penyelenggara pilkades, jumlah DPT yang masuk terhitung sekitar 444.828 pemilih. Jumlah itu tersebar di 49 desa dan terbagi pada 1.102 TPS," ujarnya.
Komisi A juga menggelar inspeksi terkait dengan tahapan pilkades serentak ini. Sayangnya, berdasarkan sidak yang dilakukan tingkat keaktifan masyarakat dalam mengikuti proses sosialisi pilkades masih rendah. "Sosialisasi pilkades yang digelar di Kecamatan Cangkringan bahkan hanya dihadiri 60 persen DPT yang ada di wilayah itu. Faktornya karena waktu sosialisasi dinilai berbarengan dengan jam kerja dan masyarakat masih banyak yang berada di ladang," katanya.
Dari hasil pemantauan Komisi A di sebagian desa di Sleman, rata-rata calon pemilih sudah paham dan siap mengikuti pilkades dengan sistem e-voting. "Tingkat pemahaman masyarakat dalam pilkades tahun ini terbilang cukup baik. Mereka juga menganggap pilkades dengan sistem e-voting lebih mudah dibanding pemilu maupun pilpres," katanya.
Ani menilai penyelenggara pilkades yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Sleman sudah memepersiapkannya dengan cukup baik terkait dengan sarana dan prasarana pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting. "Kami lihat persiapannya cukup bagus. Terkait dengan human error sudah ada antisipasi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement






