Rangkaian HPN, Wartawan Kulonprogo Bedah Rumah Difabel

02 Februari 2020 17:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, SENTOLO - Seorang difabel bernama Mukiyo, 54, asal Dusun Ngaglik, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, mendapatkan bantuan bedah rumah dari Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020, Minggu (2/2/2020).

Ketua PWK, Asrul Sani mengatakan kegiatan bedah rumah ini sudah dilaksanakan dua kali sejak 2019 lalu. Bedanya, tahun ini wartawan Kulonprogo menyasar kalangan difabel.

"Ini cara kami untuk membantu warga kurang mampu, khususnya yang memiliki keterbatasan atau disabilitas," ujar wartawan salah satu media cetak ini di sela-sela kegiatan.

Dalam kegiatan ini, PWK juga turut menggandeng sejumlah pihak, antara lain Dinas Komunikasi dan Informasi Kulonprogo, Pemerintah Kalurahan Sukoreno, Baznas, serta MTs Muhammadiyah Sentolo. Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengapresiasi kegiatan ini lantaran sejalan dengan program pemerintah yang telah dilakukan selama tujuh tahun terakhir.

"Semoga ini menjadi pemicu spirit kita supaya bisa terus membantu warga yang kurang mampu," kata dia.

Lurah Sukoreno, Olan Suparlan, menuturkan jika beberapa tahun terakhir Mukiyo terpaksa beralih profesi dari tukang kayu menjadi pengrajin sangkar burung pasca musibah kecelakaan. "Beliau [Mukiyo] hanya bisa di rumah pasca musibah kecelakaan. Di rumah, Pak Mukiyo bertahan hidup dengan membuat sangkar burung," jelasnya.

Mukiyo mengucapkan terima kasih atas bantuan untuknya. Selama ini, rumahnya berdinding bambu dan baru kali ini mendapat bantuan bedah rumah. Selain pembangunan atap, lantai, dan dinding, dia juga mendapat bantuan jamban dari Baznas.

Kondisi Mukiyo saat ini yang sulit berjalan sehingga harus dibantu dengan tongkat penyangga membuatnya hanya bisa beraktivitas di rumah membuat sangkar burung. "Tiap hari penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari," kata dia yang selama ini tinggal dengan seorang adiknya.

Selain bedah rumah, rangkaian HPN 2020 telah diawali dengan penanaman berbagai jenis pohon dalam rangka konservasi alam di Pantai Glagah beberapa waktu lalu, kemudian akan dilanjut dengan pelatihan media sosial bagi pelaku desa wisata serta penganugerahan PWK Award bagi sosok-sosok berpengaruh di Kulonprogo.