PILKADA BANTUL: Rekomendasi DPP Turun, PAN Ajak Golkar Koalisi

Ketua DPD PAN Bantul, Mahmud Ard Widanto menunjukan rekomendasi DPP PAN yang menunjuknya sebagai bakal calon bupati Bantul di Pilakda 2020. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
04 Februari 2020 17:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul mengajak Golkar untuk berkoalisi dalam Pilkada 2020. Dalam ajakan tersebut PAN sekaligus menawarkan Mahmud Ardi Widanto sebagai bakal calon bupatinya.

Ardi mendaftarkan diri sebagai calon bupati dalam penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang digelar Golkar. Kedatangannya ke Kantor DPD Golkar ditemani oleh sejumlah pengurus DPD PAN Bantul dan anggota DPRD dari Fraksi PAN.

Dia mengaku DPP PAN sudah mengeluarkan rekomendasi kepada dirinya sebagai bakal calon Bupati atau Wakil Bupati Bantul periode 2021-2026. DPP PAN juga menugaskannya untuk mencari pasangan bakal calon serta mencari teman koalisi partai untuk memenuhi persyaratan pencalonan.

Rekomendasi yang dikeluarkan DPP PAN per November 2019 itu juga meminta Ardi berkoordinasi dengan kepengurusan PAN tingkat kabupaten hingga Pusat untuk menggerakkan mesin partai dan membuat program pemenangan pilkada.

Menurut Ardi jika koalisi PAN dan Golkar terjadi, maka hal itu sudah lebih dari cukup untuk mengusung paket bakal calon bupati dan wakil bupati. “Golkar dan PAN sama sama memiliki lima kursi di DPRD Bantul, namun dari perolehan suara pada Pileg lalu, PAN lebih unggul dari Golkar,” kata Ardi seusai menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon bupati di Kantor DPD Golkar Bantul, Selasa (4/2/2020).

Putra dari Wakil Ketua Umum PAN, Totok Daryanto ini sesumbar partai yang berkoalisi dengan PAN akan menang dalam pilkada seperti yang terjadi di Sleman, Jogja, Kulonprogo, dan Gunungkidul. Saat Pilkada Bantul 2010 lalu, PAN dan Golkar sempat bersama, namun terpisah di Pilkada 2015.

Sebelumnya Ardi juga sempat mendaftar lewat penjaringan yang dilakukan Gerindra. Namun hingga kini ia menganggap belum ada kejelasan sikap dari Gerindra.

Saat bersamaan, diakuinya DPP PAN memerintahkannya untuk mencari pasangan dan teman koalisi. “Saya pikir [peta politik pilkada] semua masih cair,” ujar Ardi.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPD Golkar Bantul, Widodo mengatakan Golkar masih fokus pada penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Adapun soal koalisi masih dalam proses penjajakan. Pihaknya masih perlu melihat hasil dari penjaringan serta visi misi bakal calon hasil penjaringan nanti. “Kalau visi misinya sama saya rasa sangat mungkin untuk koalisi [dengan PAN],” kata dia.

Widodo juga memastikan perlunya untuk berkoalisi dalam mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati. Harapannya koalisi nanti bisa lebih dari dua partai agar lebih kuat. Selain berkomunikasi dengan Golkar, dan PAN, Widodo mengaku membangun komunikasi juga dengan beberapa partai lainnya seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).