Anggota DPRD DIY Bakal Boyongan, Ini Dia Alasannya

Gubernur DIY Sri Sultan HB X berdiskusi dengan sejumlah pejabat Pemda DIY saat meninjau Lapangan Kenari, Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (5/2/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
05 Februari 2020 15:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda dan DPRD DIY mulai mempersiapkan pemindahan gedung DPRD DIY yang saat ini berada di Jalan Malioboro, ke lokasi yang baru.

Ketua DPRD DIY Nuryadi mengatakan alasan pemindahan gedung DPRD DIY ke lokasi yang baru karena selama ini DPRD DIY tidak pernah memiliki gedung sendiri. Gedung yang saat ini dipakai merupakan milik kasultanan. Sedangkan DPRD kabupaten dan kota lainnya di DIY sudah memiliki gedung sendiri, sehingga menurutnya wajar ketika pembangunan gedung baru itu dinilai mendesak dilakukan.

"Kami izin Ngarsa Dalem agar dipindahkan, karena di sana [di Jalan Malioboro] karena kawasan pusat ekonomi, sehingga kalau ada penyampaian aspirasi [demonstrasi] biar tidak terganggu ya di sini [Jalan Kenari] saja," ujarnya saat mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau Lapangan Panahan di Jalan Kenari, Umbulharjo, Jogja sebagai calon lokasi baru gedung DPRD DIY, Rabu (5/2/2020).

Nuryadi sangat mengapresiasi Gubernur DIY yang sudah memilihkan Lapangan Kenari sebagai tempat pembangunan gedung baru DPRD DIY. Soal anggaran nanti akan dibahas lebih lanjut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DIY, tetapi kemungkinan tidak kuat jika harus diselesaikan satu tahun anggaran. Sehingga sistem anggaran direncanakan tahun jamak.

"Kami sepakat dengan Ngarsa Dalem bahwa gedung Dewan jangan hanya sebagai kantor, tetapi bagaimana masyarakat juga bisa menikmati. Sehingga desainnya tidak seperti kantor mutlak karena gedung rakyat," katanya.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan proses perencanaan pembangunan Gedung DPRD DIY akan dimulai tahun ini, sedangkan pembangunan fisiknya dimulai tahun depan dengan sistem multiyears.

Setelah peninjauan yang dilakukan Sultan, Pemda dan DPRD DIY segera menyusun masterplan dengan menyesuaikan lahan yang ada. Mulai dari akses masuk, perencanaan bentuk gedung agar bisa dipresentasikan baik di DPRD DIY maupun ke Gubernur DIY.

"Sudah kami lihat di Parkir Amongrogo, tapi Sultan ngendikan kalau [di Parkir Amongrogo] gedung DPRD itu nanti bukan hanya seperti kantor biasa tetapi harus khusus, bentuknya megah, mencerminkan rakyat Jogja, karena DPRD ini kan representasi dari rakyat, tidak boleh membangunnya seperti kantor dinas saja," katanya.