Gedung Menwa hingga Deretan ATM di Kampus UPN Jogja Terkena Jalan Tol

Ratusan mahasiswa dan dosen berfoto bersama seusai pembukaan JOBN 2018 di UPN Veteran Yogyakarta, Jumat (3/8/2018). - Harian Jogja/Sunartono
05 Februari 2020 17:57 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah kampus di Jogja antara lain UPN Veteran Yogyakarta hingga Universitas Amikom Jogja terdampak proyek jalan tol Jogja-Solo.

Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta diperkirakan akan menjadi lokasi terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo, dengan luasan terbesar di area Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Rektor UPN Veteran Yogyakarta Irchas Effendy mengatakan, terdampaknya kompleks kampus "Bela Negara" itu bertepatan dengan tahapan penyusunan masterplan kampus, sehingga secara umum tak ada kendala berarti yang dialami oleh kampus, ketika mengetahui menjadi salah satu institusi terdampak tol.

Ia mengungkapkan, untuk bisa mengkaji lebih jauh dampak tol terhadap kampus, pihaknya berharap dapat melihat desain detail tol karena apabila sampai masuk area kampus, maka patung ikonik yang selama ini menjadi penanda universitas bisa saja tergusur.

"Terus kena gedung Menwa dan beberapa ATM dan pos satpam, kalau sampai yang terdampak sekitar 10 meter," ungkapnya, Rabu (5/2/2020).

Sementara itu, Rektor Universitas Amikom Yogyakarta Prof Suyanto menyebut, Amikom melihat selalu ada sisi positif dari tiap kejadian, termasuk menanggapi perihal terdampaknya kampus mereka dalam proyek tol Yogyakarta--Solo. Bahkan, Suyanto melihat prospek yang bagus untuk Amikom.

"Kemungkinan malah prospeknya bagus untuk Amikom, bersyukur ya. Karena kampusnya jadi 'ngantong' kan. Kenanya cuma sedikit," ungkapnya.

Suyanto menyebut, diperkirakan jumlah luasan terdampak tol hanya berjarak 8 meter dari jalan dan dikalikan dengan lebar halaman yang dibutuhkan.

"Tulisan muka Universitas Amikom Yogyakarta malah kelihatan langsung, tadinya di dalam," terangnya.

Ia menambahkan, bukan hanya menguntungkan bagi kampus, kerelaan tergusurnya halaman Amikom juga dianggap menjadi Amikom mengutamakan kepentingan masyarakat luas, daripada kepentingan Amikom sendiri.

Sumber : Suara.com