PILKADES SLEMAN: Bakal Cakades di Enam Desa Lebih dari Lima Pendaftar

Ilustrasi. - Antara
05 Februari 2020 00:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dari 49 desa yang melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) 29 Maret mendatang, seluruhnya memenuhi batas minimal jumlah pendaftar. Hanya saja ada enam desa yang jumlah pendaftarnya di atas lima orang.

Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman Agung Endarto mengatakan awalnya ada dua desa, Triharjo (Sleman) dan Desa Sumbermulyo (Godean) yang pendaftaran bakal Cakades terancam diperpanjang.

"Namun menjelang penutupan sudah memenuhi kuota minimal, yakni dua orang. Calon yang mendaftar di Triharjo berasal dari luar desa," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (4/2/2020).

Praktis, lanjut Agung, seluruh desa yang melaksanakan Pilkades tidak memperpanjang pendaftaran bakal Cakades karena memenuhi batas minimal jumlah pendaftar. Meski begitu, katanya, terdapat enam desa yang bakal Cakadesnya melebihi jumlah maksimal, yakni lima orang.

Keenam desa tersebut meliputi Tirtomartani (Kalasan), Kalitirto (Berbah), Minomartani (Ngaglik), Wedomartani (Ngemplak), Sendangmulyo (Minggir) dan Sidomoyo (Godean). "Di enam desa tersebut jumlah pendaftarnya lebih dari lima orang. Nanti akan diseleksi lagi agar bisa memenuhi batas maksimal pendaftar sebanyak lima orang," katanya.

Saat ini, panitia Pilkades mulai melakukan verifikasi administrasi bakal Cakades sebelum nanti ditetapkan sebagai Cakades. "Untuk jumlah keseluruhan pendaftar Cakades, kami masih belum merekap dikarenakan ada desa yang tidak membatasi pendaftaran sampai pukul 14.00, hanya ditutup tanggal 4 saja artinya sampai tengah malam nanti (tadi)," katanya.
 
Terpisah, Sekretaris Desa Purwomartani Kalasan Hastoro mengatakan di desa tersebut hanya terdapat tiga Cakades yang mengembalikan formulir. Masing masing Semiyono (incumbent), Suhartono (wirausaha/pemuda) dan Bambang Iswantoro (mantan BPD Purwomartani).

Panitia saat ini mulai melakukan seleksi administrasi sebelum calon ditetapkan. Ada rentan waktu yang cukup lama untuk melakukan verifikasi administrasi antara 6-21 Februari. "Penetapan Cakades sekitar awal Maret. Karena jumlah pendaftar di bawah lima pendaftar, jadi tinggal menyelesaikan verifikasi administrasi saja," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti berharap agar partisipasi Pilkades Maret 2020 bisa menyentuh angka 90%. Sesuai hasil verifikasi penyelenggara Pilkades, katanya, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di 49 Pilkades tahun ini sebanyak 444.828 pemilih. "Jumlah itu tersebar di 1.102 TPS. Kami berharap pemilih aktif untuk menentukan masa depannya," katanya.

Sayangnya, kata Ani, berdasarkan sidak yang dilakukan beberapa kali Komisi A melihat tingkat keaktifan masyarakat dalam mengikuti proses sosialisi Pilkades masih rendah.

"Oleh karenanya, kami minta sosialisasi Pilkades harus lebih optimal dan maksimal. Jangan menggelar sosialisasi saat jam kerja warga. Tujuannya agar pemilihnya memahami pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-voting ini," katanya.