Wah, Jatah Pelatihan BLK Kulonprogo Turun hingga 50%

Ratusan peserta mengikuti pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulonprogo, Kecamatan Wates, Senin (1/4/2019).-Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara
05 Februari 2020 03:17 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Turunnya paket pelatihan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo membuat jawatan ini berupaya mencari peluang lain untuk memberi pelatihan bagi calon tenaga kerja.

Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Eko Wisnu Wardhana, menuturkan jika ada penurunan alokasi paket pelatihan dari pemerintah pusat. Tahun lalu, lembaga ini mendapat 92 paket pelatihan, meningkat dua paket dari 2018 yang berjumlah 90 paket. Namun, pada 2020 ini, pelatihan yang diterima hanya sejumlah 49 paket.

"Di semua BLK [se-Indonesia] alokasinya turun lebih dari separuh. Kita masih lumayan dari 90 jadi 49," kata Eko kepada Harianjogja.com, Selasa (4/2/2020).

Dengan adanya kebijakan ini, ia kemudian berupaya mencari peluang lain dari sejumlah balai latihan kerja di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dikatakannya, sejak akhir Januari lalu, jawatannya mendapat alokasi pelatihan Wirausaha Baru Terintegrasi dari BBPP Ditjen Binalattas Kemnaker untuk 60 UMKM. Selain itu, saat ini ia juga sedang mengajukan permohonan pelatihan barista ke BBPLK Lembang untuk 12 UMKM.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Kulonprogo, Suradiman menerangkan akan memaksimalkan alokasi yang didapat Kabupaten Kulonprogo dalam memberikan pelatihan bagi calon tenaga kerja.

"49 paket itu yang dana APBN. Sementara dari APBD kami ada dua paket lain yaitu pelatihan desain grafis dan internet marketing," kata Suradiman.