Tanah Longsor di Girimulyo Menutup Akses Jalan

Tim relawan dan jajaran polisi serta TNI melakukan pembersihan di lokasi longsor di Dusun Wonosari, Purwosari, Girimulyo, Selasa (4/2/2020). - Ist/dok Tagana Girimulyo
06 Februari 2020 04:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Memasuki Februari, dua peristiwa tanah longsor terjadi di Kapanewon Girimulyo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tapi longsoran tanah sempat menutup akses jalan dan nyaris menimpa rumah warga.

Koordinator Taruna Siaga Bencana wilayah Girimulyo, Sutikno menerangkan rentetan peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur Girimulyo pada Senin (3/2/2020) lalu.

Kejadian pertama di Dusun Ngaglik, Kalurahan Pruwosari sekitar pukul 12.00 WIB. Sebuah rumah milik Sakiyo, warga setempat nyaris tertimpa material tanah yang runtuh dari tebing setinggi 3 meter.
"Longsoran mengenai sumur dan mengancam rumah," ujar Sutikno lewat sambungan telepon, Rabu (5/2/2020).

Sekira 30 menit kemudian, peristiwa serupa terjadi di ruas jalan di Dusun Wonosari, Purwosari. Jalan kabupaten penghubung Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo itu tertutup material tanah dan pohon kelapa yang longsor dari tebing setinggi 4 meter.

"Akses kendaraan sempat tertutup, tapi hari ini sudah terkondisi, kami sudah melakukan pembersihan sehingga bisa kembali dilewati kendaraan," ucapnya.

Bencana tanah longsor itu menambah daftar peristiwa serupa. BPBD Kulonpogo mencatat, pada tahun ini sudah ada 19 kejadian longsor dengan rincian tujuh menimpa rumah warga, dua mengancam rumah, enam menutup jalan, tiga menimpa tanggul dan satu menyebabkan drainase tersumbat.

Adapun sebagaian besar peristiwa terjadi di kawasan perbukitan menoreh yang melingkupi Kapanewon Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Samigaluh, dan Nanggulan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulonpogo, Edi Wibowo mengatakan kawasan rawan longsor karena topografi yang berbukit-bukit. Kerawanan terhadap longsoran berpotensi meningkat saat musim hujan. Oleh karena itu pihaknya mengimbau agar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan untuk waspada saat hujan turun. "Kalau kondisi hujan deras, lebih baik mengungsi ke tempat yang aman," ujarnya.