BKKBN Bakal Datangi Langsung Keluarga Pelaku Klithih di Jogja

Ilustrasi. - JIBI/Solopos
08 Februari 2020 17:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta kepada Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) agar turut membantu menangani klithih terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga. BKKBN mengklaim bakal terjun langsung ke keluarga pelaku klithih.
Hal itu diutarakan Sultan dalam pelantikan Kepala BKKBN DIY di Bangsal Kepatihan, Jumat (7/2/2020).

Sultan mendorong terbentuknya pokja ketahanan keluarga yang sejalan dengan pembentukan keluarga berkualitas yang merupakan program BKKBN berkelanjutan. Selain itu perlunya inisiatif Raperda Penanggulangan kejahatan remaja. "Saya menambahkan titipan untuk memberi perhatian dan ikut menangani secara serius bahaya Jogja Darurat Klithih yang disebabkan oleh kejahatan siswa di jalanan," ucap Sultan dalam sambutannya.

Sultan mengatakan saat ini Pemda DIY sedang membuat regulasi tentang keluarga tangguh sebagai respons kasus klithih yang terjadi di Jogja. Hal itu untuk mendeteksi kemungkinan ada persoalan di level keluarga kemudian dilakukan penanganan.

"Sehingga mungkin laki-laki itu merasa jauh lebih bebas daripada wanita. Sehingga apa yang tadi saya utarakan Jogja darurat klitih misalnya. Misalnya dari survei ya itu kurang perhatian orang tua dan sebagainya," katanya kepada wartawan usai pelantikan.

HB X memberikan sinyal harapan kepada BKKBN agar ikut membantu dalam menangani klithih terutama bisa memberikan kontribusi dalam mengintervensi keluarga melalui pendekatannya. Sehingga jika menemukan persoalan keluarga dan membantu keluhan tersebut.

"Kami ingin dalam keluarga BKKBN ini jangan hanya sekedar [mengurusi] yang mau hamil, tidak produktif atau tidak, tetapi bagaimana kehidupan keluarga bisa diintervensi. Jangan hanya di kulit. Sehingga kalau keluarga itu punya masalah kami ingin kami masuk, bisa membantu apa yang dia keluhkan," katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY Ukik Kusuma Kurniawan menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti isu terkini berkaitan dengan keluarga di DIY. Salah satunya terkait dengan yang disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan HB X soal klithih marak di Jogja. Pihaknya pun siap memberikan sumbangsih dalam menangani persoalan sosial tersebut.

"Tadi bapak Gubernur menyampaikan isu sosial klithih, termasuk BKKBN harus terpanggil untuk berpartisipasi bagaimana mengurangi kasus seperti ini," katanya.

Salah satu tindakan yang akan dilakukan adalah terjun langsung ke masyarakat terutama kepada keluarga pelaku klithih untuk memberikan pemahaman tentang ketahanan keluarga. Ia sepakat siapa pun tidak boleh memvonis keluarga pelaku secara negatif, tetapi harus diupayakan keluarga pelaku tersebut ke depan menjadi lebih baik. Pihaknya siap dengan memberikan konsultasi kepada mereka.

"Kami harus bisa terjun langsung ke masyarakat, itu yang jadi obsesi saya, jadi BKKBN mempunyai ranah pembangunan keluarga. Kami bisa memberikan konsultasi kepada keluarga terutama yang pelaku klitih bisa menyusur keluarga tersebut supaya memberikan pemahaman. Kita tidak usah memvonis secara negatif, yang penting sekarang bagaimana ke depan, kita berikan konsultasi agar semua anggota keluarga di masyarakat bertatakrama sesuai dengan norma sosial yang ada," ucapnya.

Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo pun menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap banyaknya kasus klithih di Jogja. Ia menegaskan BKKBN harus ikut berperan dalam membantu menangani persoalan itu, apalagi akar masalahnya berasal dari keluarga. Menurutnya keluarga yang tidak harmonis memang sering menjadi sumber beragam persoalan di masyarakat, sehingga masyarakat harus diberikan pemahaman tentang keluarga yang terencana. Pihaknya mengajak BKKBN DIY untuk menangani masalah klithih dengan membangunnya dari hulu dalam hal ini keluarga.

"Keluarga yang tidak terencana, misalnya anaknya tidak terurus ini jadi sumber persoalan di masyarakat. Anak-anak brokenhome itu juga harus kita tolong. BKKBN punya bina keluarga remaja, ini perannya sangat penting," katanya.