PILKADA SLEMAN: Sri Muslimatun Ogah Jadi Wakil Bupati

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
09 Februari 2020 07:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengembalikan berkas penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati ke kantor DPD Partai Golkar Sleman, Sabtu (8/2/2020). Ia menegaskan tak mau maju sebagai calon wakil bupati.

Sri Muslimatun tiba di Kantor DPD Golkar Sleman sekitar pukul 12.00 WIB. Ia mencalonkan diri sebagai calon bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sleman 2020.

"Saya sebagai salah satu pendaftar calon bupati Sleman di Pilkada 2020, saya mendaftar lewat Golkar, tepat jam 12.00 WIB. Kebetulan tadi pagi masih menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati dulu, menghadiri undangan dari masyarakat maupun institusi," kata Sri Muslimatun, Sabtu.

Sri Muslimatun mengatakan langkah selanjutnya yakni membangun jaringan politik dengan serius. Ia mengklaim bakal aktif berkomunikasi dengan partai lain.

"Saya ingin menjadi yang terpilih dan kandidat terkuat, tidak sekadar meramaikan kontestasi pilkada. Namun saya sungguh-sungguh dalam mencalonkan diri saya menjadi bakal calon bupati Sleman, supaya bisa bermanfaat lebih luas bagi warga Sleman," terangnya. Bagi Sri Muslimatun, posisi calon bupati merupakan harga mati baginya. Sedangkan posisi wakil bupati tak lagi menjadi pilihan.
"Kan saya sudah jadi wakil [wakil bupati]," kata dia.

Ihwal siapa sosok yang akan mendampinginya sebagai bakal calon wakil bupati, dia menegaskan sosok tersebut harus lebih muda dari dirinya yang sekarang menginjak usia 66 tahun. "Sudah ada bayangan pendamping, tapi belum bisa disebutkan, yang pasti harus lebih muda dari saya, yang saya pilih pasti yang energik, karena saya menganggap saya sudah tua dan sudah sepantasnya jadi ibunya wong Sleman. Sehingga yang mendampingi saya harus lebih muda dari saya, supaya gerak langkahnya pas dan klik," terangnya.

Sri Muslimatun tak menampik jika dirinya juga mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala daerah ke partai lain selain Golkar. Hal tersebut dilakukannya guna memperkuat jaringan politik menghadapi kontestasi Pilkada Sleman 2020. "Saya mendaftar juga di Partai Nasdem, Gerindra, Golkar dan PDI Perjuangan," tutur dia.

Upaya komunikasi ke partai politik lain juga sudah dilakukan Wakil Bupati Sleman ini sejak lama. Komunikasi kata dia sudah dilakukannya sejak lima tahun lalu sebelum ia menjabat sebagai Wakil Bupati Sleman. Termasuk dengan Kepala Desa Condongcatur, Depok, Sleman, Reno Chandra Sangaji, yang juga mendaftarkan diri sebagai calon bupati Sleman lewat Partai Golkar.