Nelayan di DIY Butuh Banyak Pendampingan

Ketua HNSI Gunungkidul, Rujimanto - Harian Jogja/David Kurniawan
12 Februari 2020 23:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, menilai potensi laut di kawasan pesisir DIY masih sangat melimpah. Pasalnya, potensi yang dimiliki tidak hanya sebatas di sektor kepariwisataan, tetapi kekayaan hayati yang terkandung di laut juga dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.

Sayangnya, potensi ini belum dimaksimalkan oleh para nelayan. Menurut dia, ada faktor yang membuat keanekaragaman hayati belum dapat digarap dengan baik. Salah satu faktornya tak lepas dari semangat melaut nelayan di Gunungkidul. “Semangat ini masih butuh ditingkatkan. Ingat, nenek moyang orang Gunungkidul bukan pelaut, tapi petani. Jadi, agar semangat melaut bisa tertanam harus ada perhatian dari pemerintah,” katanya saat ditemui Harian Jogja, Rabu (12/2/2020).

Menurut dia, pendampingan dari pemerintah sangat penting agar nelayan bisa terus bersemangat. Bentuk perhatian bisa dilakukan dengan berbagai cara mulai dari pelatihan untuk meningkatkan kemahiran saat melaut hingga bantuan alat tangkap.

Menurut Rujimanto, bantuan alat tangkap ini sangat penting karena berdampak pada hasil produksi. “Ingat nelayan juga ada target untuk memenuhi hasil tangkapan ikan dari pemerintah. Jadi, semua harus bisa bersinergi agar potensi kelautan dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain itu, yang tak kalah penting pemerintah harus memberikan kepastian kepada para nelayan terkait dengan bahan bakar minyak untuk melaut. “Stok BBM ini harus dijaga sehingga nelayan mendapatkan kepastian berkaitan dengan BBM. Buat apa pendampingan hingga bantuan alat kalau bahan bakar melaut tidak ada sehingga nelayan tak bisa melaut,” katanya.