Cegah Klithih, Disdikpora Bentengi Pelajar dengan Pengembangan Potensi

Ilustrasi kekerasan - JIBI
14 Februari 2020 23:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus berupaya membentengi para pelajar agar tak terlibat dalam kejahatan jalanan alias klithih. Salah satu cara yang digunakan yakni dengan meningkatkan potensi yang dimiliki para pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan dengan adanya peningkatan potensi, para pelajar sibuk dengan kegiatan positif, sehingga tak memiliki kesempatan untuk berbuat negatif yang berujung pada tindak kejahatan.

"Kami memberikan kegiatan yang mendorong potensi anak-anaksekaligus memberikan fasilitas baik kegiatan kurikuler maupun ekstrakulikuler seperti pramuka, Palang Merah Remaja [PMR] dan lainnya," kata Bahron, Jumat (14/2/2020).

Kegiatan itu, menurut Bahron, dinilai penting karena mampu menyalurkan energi positif para pelajar. Menurutnya, berbagai macam cara perlu dilakukan agar para pelajar mengisi waktu kosong dengan hal positif. "Agar energi positif mereka bisa tersalurkan dengan baik, jangan sampai anak-anak ini terlalu banyak masa senggangnya," ujarnya.

Bahron menuturkan jajarannya berkomitmen dan bersungguh-sungguh bersama para orang tua, guru, sekolah dan masyarakat untuk terus melakukan pendekatan kepada anak-anak dan kelompok remaja agar membangun nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat. "Perilaku sekecil apapun perlu diwaspadai dan perlu diarahkan untuk hal yang baik," katanya.

Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Teguh Suroso, menyatakan munculnya kejahatan jalanan yang melibatkan anak-anak dipicu berbagai faktor. Namun, faktor utama yakni karena kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua maupun keluarga terhadap anak. "Berdasar hasil observasi kami, sebagian besar atau hampir 60 persen anak yang terlibat klithih lantaran kurangnya pengawasan orang tua," kata dia.

Teguh mengungkapkan anak-anak tersebut terlibat kejahatan di jalanan tanpa tujuan apapun. "Anak-anak ini hampir tidak tahu apa yang mereka lakukan, hanya hura-hura bersama kelompoknya. Setelah kejadian mereka mengaku sangat menyesal," ujarnya.

LPKA mendukung program Pemda DIY yang mencegah atau memutus aksi kejahatan jalanan seperti klithih dengan meningkatkan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga keluarga.