Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Dua siswi Kelas 5 SD Denggung Sleman, Syifa Azzahra dan Zahratus Syta Nadia, memamerkan kaus yang didapat dari Presiden Joko Widodo usai melaksanakan ibadah Salat Jumat di Masjid Agung Sudirohusodo Sleman, Jumat (14/2/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berserta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Sudirohusodo Sleman, Jumat (14/2/2020).
Usai menunaikan ibadah, Jokowi beserta rombongan bersantap siang di Rumah Makan Pelem Golek jalan Palagan Tentara Pelajar sebelum bertolak ke Solo Jawa Tengah. Kegiatan informal tersebut dilakukan Jokowi usai menghadiri kegiatan di Taman Nasional Gunung Merapi di Jurangjero, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Di Jurang Jero, Jokowi melakukan penanaman pohon Pulai (Alstonia scholaris) bersama masyarakat. Jokowi juga melepaskan burung Elang Jawa.
Dari pengamatan Harian Jogja, Jokowi beserta rombongan tiba di Masjid Agung sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan Jokowi langsung disambut oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun. Usai mengambil wudhu, Jokowi sempat singgah ke kantor takmir kemudian melaksanakan salat didampingi Sultan.
Warga, terutama perempuan dan anak-anak yang mengetahui kedatangan Jokowi, dengan sabar menunggu di halaman masjid. Sebagian juga duduk di tepi jalan. Sebagian warga lainnya mengelilingi mobil yang digunakan Jokowi. Mereka bermaksud berinteraksi langsung dengan presiden, meskipun dihalau Paspampres.
Usai melaksanakan ibadah, Jokowi bersama Sultan menuju kendaraan yang terparkir di sisi Utara masjid. Warga pun berteriak memanggil nama Jokowi, sebagian ingin bersalaman sebagian ingin berswafoto. Sayangnya, hanya beberapa warga yang bisa dilayani oleh Jokowi sebelum masuk ke dalam kabin diikuti Sultan.
Seakan tak ingin melukai perasaan warga, Jokowi kemudian mengambil beberapa kaus berwarna hitam untuk dibagikan kepada warga. Paspampres hingga Sultan pun ikut membantu dari dalam mobil membagikan kaus yang bergambar Jokowi.
Warga yang sedari tadi berkerumun di dekat mobil yang dinaiki Jokowi pun berebutan untuk mendapatkan kaus itu. Bahkan ada yang merangsek mendekati kaca mobil yang terlanjur dibuka. Melihat kondisi itu, beberapa Paspampres langsung menutup ruang gerak warga hingga akhirnya Jokowi meninggalkan halaman masjid.
Dari sekian banyak warga yang mendapat kaus hitam bergambar Jokowi adalah dua siswi Kelas 5 SD Denggung Sleman. Mereka adalah Syifa Azzahra dan Zahratus Syta Nadia. Dia siswi yang sedari awal berteriak-teriak memanggil dan ingin bersalaman dengan Jokowi kegirangan manakala mendapatkan kaus Jokowi. "Seneng banget," kata Syifa kepada Harian Jogja.
Nadia teman sekelas Syifa menimpali, keduanya memang mengagumi sosok Jokowi. Jika Selama ini mereka hanya melihat Jokowi dari televisi, baru kali ini mereka menatap langsung wajah sang presiden meskipun dari dalam mobil. "Tadi pas [kaus] dilempar langsung ditangkap," katanya.
Jika Syifa bermaksud menggunakan kaus itu secara pribadi, Nadia berencana untuk memberikan kaus tersebut kepada ayahnya. "Yang jelas buat kenang-kenangan lah," kata Syifa.
Tidak seberuntung Syifa dan Nadia, salah seorang pedagang angkringan di Denggung, Nina, kecewa tidak mendapatkan kaus Jokowi. Dia kalah gesit dengan warga lainnya saat menangkap kaos yang dilempar Jokowi. "Padahal saya yang seyumin pak Jokowi, saat kaus dilempar malah orang lain yang nangkap," candanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.