Perusahaan Swasta Bakal Garap Trayek Palbapang-YIA

Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
18 Februari 2020 19:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Perhubungan DIY menyatakan sudah ada satu perusahaan swasta yang tertarik untuk menggarap trayek baru Palbapang, Bantul menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Adapun tarif dari lima trayek baru yang dioperasikan menuju YIA dengan kisaran Rp50.000.

Lima trayek baru menuju YIA telah ditetapkan melalui SK Gubernur DIY nomor 290/KEP/2019 tentang penetapan jaringan trayek antarkota dalam provinsi DIY.

Kelimanya antara lain Jogja - YIA (Terminal Giwangan - Gamping - Wates- YIA), Stasiun Tugu - YIA (Stasiun Tugu - Gamping - YIA), Jombor - YIA (Jombor - Gamping - Wates - YIA), Pakem - YIA (Terminal Pakem - Tempel - Nanggulan - Sentolo - YIA) dan Palbapang - YIA (Terminal Palbapang Bantul - YIA).

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan DIY Sumaryoto menjelaskan dari lima trayek baru menuju YIA tersebut saat ini baru tiga trayek yang terlayani oleh Damri melalui subsidi dari Pemerintah Pusat. Tetapi jumlahnya memang belum memadai karena potensi penumpang belum terlalu banyak. Sedangkan dua trayek belum bisa terlayani.

"Kalau yang lain seperti Jogja, Stasiun Tugu sudah dilayani Damri, Jombor juga sudah dilayani meski pun terbatas, giwangan juga sudah. Ada dua yang belum terlayani palbapang dan Pakem. Kalau yang sudah izin keluar AKDP itu trayek Tugu - YIA, Jombor - YIA baru proses perizinan," katanya, Selasa (18/2).

Ia menambahkan saat ini sedangkan mengupayakan untuk terlayaninya dua trayek tersebut. Saat ini sudah ada sebuah perusahaan swasta yang mengajukan untuk layanan pengoperasian trayek menuju YIA. Pihaknya mengarahkan pada trayek yang belum terlayani terutama Palbapang - YIA. Menurutnya ada potensi penumpang untuk pengembangan jalur Palbapang - YIA.

"Sudah kami arahkan langsung ke perizinan, profilnya sudah diserahkan ke saya, namanya Baraya Transport. Kemarin saya arahkan untuk rute Palbapang - YIA karena kebetulan jalur itu belum ada yang melayani dan potensinya ada. Kalau memang armadanya cukup ya silahkan dilayani semua," katanya.

Rencana pengoperasian trayek dari pengajuan perusahaan itu murni akan dilakukan swasta dan tanpa subsidi karena saat ini subsidi dari Kemenhub ditugaskan kepada Damri. Adapun ukuran kendaraan untuk Palbapang - YIA kemungkinan mengangkut penumpang sekitar 10 hingga 15 orang.

"Ini murni swasta paling nanti sementara sambil menjajaki potensi pasar pakai [kendaraan ukuran] elf. Lewat selatan karena belum ada sama sekali," ujarnya.

Pada ruas rute yang akan beroperasi terutama AKDP akan berhenti sesuai dengan titik trayek. Sehingga masyarakat nanti yang akan menggunakan bisa langsung tertuju pada rute trayek tersebut untuk menunggu angkutan jika kuantitas armada telah memadai.

"Ada pemberhentian di titik tertentu misalnya, Giwangan - YIA, Tugu juga langsung, nantinya memfasilitasi simpul di park and ride Gamping, masyarakat kalau mau ke YIA lewat Gamping harapan saya tidak menunggu lama," ujarnya.

Sedangkan untuk tarif sejumlah trayek baru menuju YIA tersebut akan menyesuaikan dengan AKDP yang ada. "Tarif AKDP seperti kemarin batas atas, batas bawah sesuai SK Dirjen belum direvisi. Kalau Palbapang -YIA dan lainnta ya sekitar Rp50.000," ungkapnya.