Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Penduduk DIY dan sekitarnya mengakses layanan perekaman dan pencetakan KTP El di Kompleks Balaikota Jogja, Kamis (20/2/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Untuk mendorong Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA), Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bekerja sama dengan Pemerintah provinsi (Pemptov) DIY menggelar perekaman dan pencetakan KTP elektronik bagi masyarakat yang berada di DIY dan sekitarnya, di Balaikota Jogja, Kamis dan Jumat (20-21/2/2020).
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, menjelaskan selain perekaman, pada kesempatan ini bagi masyarakat yang telah memiliki surat keterangan (suket) atau KTP rusak bisa melakukan pencetakan KTP El. “Khusus warga Jogja kami juga melayani pencetakan KIA [Kartu Identitas Anak],” ujarnya.
Selama dua hari, untuk pencetakan KTP El, pihaknya menyiapkan sebanyak 2.000 keping blangko. Di Kota Jogja kata dia, dari sekitar 315.000 penduduk, warga yang seharusnya memiliki KTP El tapi sampai saat ini belum melakukan perekaman ada sekitar 2.000 penduduk.
“Sudah berusaha kami cari melalui RT-RW tapi sampai sekarang belum ketemu. Apakah problemnya mereka sudah pindah, tidak lagi di Kota Jogja tapi kependudukannya masih terdaftar di Kota Jogja, ini yang baru kami cermati,” ungkapnya.
Kabid Pelayanan Pendaftaran kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jogja, Bram Prasetyo, mengatakan dalam pencetakan KTP El, pihaknya menggunakan mekanisme online, yang meliputi pendaftaran dan verifikasi. Namun karena banyaknya pendaftar, sistem online menjadi crowded dan verifikasi akhirnya dilakukan secara manual.
Dalam kegiatan ini pihaknya menyiapkan tiga alat cetak KTP El, tiga alat cetak KIA dan dua alat perekam. “Alat cetak KIA dua dari Pemkot Jogja, satu dari Pemkab Bantul. Alat rekam satu dari pusat satu dari provinsi. Karena beralih ke manual, alat cetak KTP El perlu penyesuaian lagi,” ungkapnya.
Ia melihat secara kuantitatif penduduk Kota Jogja merupakan peserta terbanyak dalam kegiatan ini. Ia menyarankan jika dirasa antrean pada kegiatan ini terlalu banyak, masyarakat bisa melakukan pencetakan di kecamatan masing-masing. “Di luar kegiatan ini sebenarnya juga bisa, malah tidak perlu antre sebanyak ini,” katanya.
Di Kota Jogja kata dia, masih terdapat sekitar 4.000 penduduk yang menggunakan suket. Sedangkan Pemkot Jogja saat ini memiliki blangko KTP El sebanyak 6.000, sehingga jika para pemegang suket ini segera melakukan pencetakan masih bisa mencukupi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Mahkamah Agung Korea Selatan vonis 7 tahun penjara Yoon Suk-yeol atas kasus halangi penangkapan dan darurat militer.
Prancis lolos ke semifinal Piala Dunia 2026 usai kalahkan Maroko 2-0. Mbappe dan Dembele jadi penentu kemenangan Les Bleus.
Rangkuman 10 berita terbaru Jogja hari ini, mulai Geopark Night Specta 8.0, kasus daycare, lowongan kerja Sleman hingga kebijakan B50 Prabowo.
Jadwal SIM keliling Jogja Juli 2026 lengkap. Layanan pagi hingga malam di Alun-Alun Kidul dan MPP, cek syarat dan biaya perpanjangan SIM.
Bus KSPN Jogja 2026 hadirkan akses murah ke pantai selatan mulai Rp12.000. Cek jadwal Malioboro ke Parangtritis, Drini, dan Obelix Sea View.