Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Zamhari, kakek korban menunjukan gawai dan headset milik cucu yang rusak tersambar petir./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Seorang pelajar asal Bantul, Farhan Alwalhani, 18, mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya. Ia diduga tersambar petir saat sedang bermain gawai di dalam rumah kakeknya di Dusun Singosaren, Desa wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Kamis (20/2/2020) malam.
Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Srnopati Bantul, "Lukane tangan, muka do medal getih. Dadane gosong, rambute kobong, [lukanya di bagian tangan keluar darah. Dadanya gosong, rambutnya terbakar]," kata Sariyem, 59, nenek korban saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/2/2020) pagi.
Sariyem mengatakan saat kejadian cucunya tersebut sedang bermain telepon selular sambil dicas. Korban juga mengenakan headset yang disambungkan ke HP. Saat bersamaan sekitar lokasi kejadian tengah dilanda hujan lebat disertai petir.
Ia tidak meyaksikan langsung saat Farhan tersambar petir karena sedang mengikuti pengajian di masjid dekat kediaman Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. Usai pengajian Sariyem kaget melihat kondisi rumah gelap dan mencium bau benda terbakar.
Sariyem memanggil-manggil cucunya tersebut namun tidak ada. Ia masuk kamar dan mendapati HP pecah, kasur bekas terbakar dan serpihan headset berserakan di lantai dan kondisi stop kontak juga terbakar. Selain itu tiang beton rumah kamar juga pecah. Banyak bercak darah di kasur. "Iki keneng opo? [ini terkena apa] " ucapnya.
Sariyem semakin panik. Ia kemudian mencari keluar rumah dan memanggil-manggil Farhan. Ia baru menemukan cucunya tersebut di depan rumah anaknya atau paman dari Farhan bernama Aris yang tak jauh dari rumah Sariyem. Korban sedang diobati oleh Aris.
Zamhari, 59, kakek korban menambahkan setelah kejadian itu cucunya langsung keluar menuju rumah Aris dan keheranan karena badannya penuh luka, "Tapi kondisi sadar," kata Zamhari.
Mengetahui lukanya cukup banyak, korban kemudian dibawa ke RSUD Panembahan Senopati. Zamhari mengatakan cucunya yang berasal dari Kebonagung Imogiri itu selama ini memang tinggal bersamanya di Singosaren. Cucunya yang masih kelas III SMA itu sejauh yang dia ketahui hampir setiap malam main HP. "Tiap hari kalau sedang di rumah pasti main HP, " kata Zamhari.
Ia belum mengetahui perkembangan kondisi cucunya, namun ia mendapat kabar dari anak-anaknya bahwa kondisi Farhan sadar dan hanya mengalami luka luar, namun masih dalam proses observasi di rumah sakit.
Pantauan Harian Jogja, kondisi rumah Zamhari dan Sariyem, tempat korban tersambar petir ramai dikunjungi warga untuk melihat kondisi rumah. Kamar yang ditempati korban masih banyak serpihan headset dan kabel. Stop kontak terbakar. Beberapa bagian kasur juga terbakar, bahkan tembok samping kasur juga sempal. Kondisi listrik rumah Zamhari masih mati.
Kapolsek Imogiri Kompol Anton Nugroho Wibowo menduga korban tersambar petir berdasarkan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Kondisi HP dan headset yang digunakan korban juga pecah. Ia mengimbau masyarakat untuk waspada saat mrngoperasikan HP pada waktu hujan disertai petir. "Tolong jika musim hujan agar berhati-hati dalam menggunakan barang elektronik termasuk HP, dan sebaiknya tidak dalam keadaan on atau hidup, karena gelombang elektronik bisa jadi penghantar sambaran petir," kata Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.