UGM Bangun Pusat Riset di Kulonprogo

Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X saat melakukan prosesi peletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung Field Research Center (FRC) di Jl. Tunjungan, Kapanewon Wates. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
21 Februari 2020 00:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) akan membangun gedung Field Research Center (FRC) atau pusat penelitian lapangan di Kulonprogo.

Gedung FRC yang berlokasi di lahan seluas 6,5 hektare di Jl. Tunjungan, Kapanewon Wates itu rencananya difungsikan untuk ruang pertemuan, analisa, laboratorium, serta perkantoran dengan konsep ruang terbuka bagi civitas pendidikan serta masyarakat umum untuk bisa mempelajari dan mengembangkan pendidikan vokasional.

"Gedung ini akan jadi seperti Eco Tourism Edu Park yang terbuka untuk masyarakat," ujar Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto, usai peletakkan batu pertama pembangunan gedung FRC, Kamis (20/2/2020).

Wikan menjelaskan Kulonpogo dipilih sebagai lokasi pembangunan FRC karena Kulonprogo secara statistik merupakan kabupaten di DIY yang income per kapita paling rendah. Hasil bumi dan kekayaan alam di Bumi menoreh selama ini juga masih dijual mentah sehingga adanya pusat riset ini bisa mendorong agar dilakukan pengolahan terhadap hasil alam tersebut.

Wikan berharap Gedung FRC ini bisa menjadi pusat riset dan pengembangan inovasi yang bekerja sama dengan berbagai pihak khususnya dengan Pemkab Kulonprogo. Hal ini lanjutnya sesuai dengan prinsip pendidikan Sekolah Vokasi yaitu "link dan match” dengan industri, instansi, serta masyarakat dapat diterapkan dengan baik dalam dunia nyata.

Rektor UGM, Panut Mulyono, berharap dengan pembangunan Gedung FRC ini dapat memberikan sumbangsih yang lebih untuk meningkatkan kualitas SDM dan sektor perekonomian di Kulonprogo.

"Kami juga yakin dengan operasional penuh Bandara Yogyakarta International Airport akan membawa kemajuan bagi Kulonprogo. Kami juga bisa mencari mitra untuk pengembangan UGM kedepannya," ujar Panut.

Sementara itu Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan, adanya kawasan Sekolah Vokasi UGM di daerahnya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat karena akan memotivasi untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Ke depannya FRC mampu memberikan efek positif bagi perkembangan kualitas pendidikan tinggi di DIY khususnya di Kulonprogo.

Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam X mengingatkan agar kegiatan ini tidak hanya sebuah seremoni belaka. Lebih dari itu harus menjadi awal sebuah pekerjaan guna memajukan masyarakat berbasis riset sesuai yang tertera dalam tri dharma peguruan tinggi.