Masih Fokus Cari Korban, Polda DIY Belum Lakukan Penyelidikan Tewasnya Siswa SMPN 1 Turi Saat Susur Sungai

Dari kiri ke kanan, Bupati Sleman Sri Purnomo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, , HB X, Komandan Korem M Zamroni dan Wakapolda DIY Brigjen Kartoyo di Puskesmas Turi Sleman, lokasi evakuasi siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat melakukan susur Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020) malam. - Harian Jogja/Hafid Yudi Supraba
22 Februari 2020 00:32 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN— Kepolisian Daerah (Polda) DIY masih fokus membantu proses pencarian korban siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat melakukan susur Sungai Sempor, Jumat (21/2/2020) sore.

Wakil Kepala Polda (Wakapolda) DIY, Brigjen Kartoyo  datang ke Puskesmas Turi, Sleman tempat evakuasi korban. Hingga Jumat malam, korban meninggal dunia telah mencapai enam siswa.

Wakapolda datang bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman Sri Purnomo, HB X, Komandan Korem M Zamroni dan sejumlah pejabat lain.

Meski telah menimbulkan korban jiwa, Polda belum memulai melakukan penyelidikan kasus tersebut.

“Kita belum mengarah ke situ [penyelidikan]. Namanya juga insiden atau kecelakaan. Suatu pramuka kan tujuannya baik tapi memang mungkin dibilang kurang perhitungan ya enggak juga lebih perhitungan juga enggak juga,” katanya, di lokasi.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, di lokasi saat susur sungai yang merupakan kawasan hilir, tidak hujan.

“Jadi tadi air sebatas lutut tapi tiba-tiba air datang seperti banjir bandang. Kita belum mengarah ke situ (penyelidikan)  kita fokus ke pencarian,” tegas Wakapolda.

Ia berharap empat korban yang belum terkonfirmasi  sudah ketemu atau pulang ke rumah atau ditemukan dalam kondisi selamat.

“Karena dari TNI Polri relawan Basarnas BNPB berjalan semua. Walaupun ini sudah dihentikan sementara tapi kita tetap menyisir karena TNI polri cukup terlatih kalau masih mampu sampai jam 12 sambil jalan selama tidak membahayakan keselamatan petugas ,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, lebih dari 200 siswa SMPN 1 Turi, Sleman terseret arus saat melakukan kegiatan Pramuka Susur Sungai Sempor di Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (21/2/2020) sore.

Sejumlah siswa dinyatakan meninggal, sedangkan yang lainnya dikabarkan luka, dan sebagian lainnya belum ditemukan.