Kepala SMPN 1 Turi Tak Tahu Ada Kegiatan Susur Sungai

Jumpa pers di SMPN 1 Turi, Sleman, Sabtu (22/2/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
22 Februari 2020 15:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kepala SMPN 1 Turi Tutik Nurdiana meminta maaf atas kejadian yang dialami siswa saat kegiatan Pramuka menyusuri sungai. Menurutnya, peristiwa tersebut dinilai sangat tidak terduga.

"Kami mohon maaf atas kejadian yang tidak diduga ini. Kami juga memohon dukungannya atas anak-anak yang meninggal dunia," katanya saat jumpa pers di sekolah, Sabtu (22/2).

Dijelaskan Tutik, kegiatan Pramuka yang digelar di sekolah bukan pertama kali ada. Kegiatan tersebut sebagai implementasi dari Kurikulum 2013. Di sekolah kegiatan tersebut digelar setiap Jumat sebagai bagian ekstra kurikuler dan biasanya digelar di dalam lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut didampingi oleh tujuh guru sekaligus pembina Pramuka di sekolah. "Hanya saja pada Jumat kemarin kegiatan dialihkan ke luar sekolah. Memang ada perubahan kegiatan [dari dalam sekolah ke luar]," katanya.

Hanya saja, Tutik mengaku tidak diberitahu oleh para pembina perihal perubahan lokasi kegiatan Pramuka tersebut. Apalagi terkait kegiatan susur sungai. Namun demikian Tutik tidak merasa janggal dengan kegiatan susur sungai yang diikuti oleh ratusan siswa karena didampingi oleh guru-guru pembina.

Apalagi, kata Tutik, karena anak-anak yang bersekolah di sana dinilai sudah familiar dengan sungai hal itupun masih dianggap biasa. "Karena saya juga baru 1,5 bulan sebagai kepala sekolah dan melanjutkan program sebelumnya, saya anggap anak-anak sudah biasa melakukan. Anak-anak ini berasal dari Turi jadi sudah dianggap biasa," katanya.