Mahfud MD di SMPN 1 Turi: Tak Bagus Susur Sungai Pakai Rok

Mahfud MD saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).- Harian Jogja - Yogi Anugrah
22 Februari 2020 17:47 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Satu hari pascatragedi siswa SMPN 1 Turi, Sleman hanyut di Sungai Sempor saat kegiatan Pramuka susur sungai, Menkopolhukam RI Mahfud MD mendatangi lokasi kejadian dan memberikan bantuan secara simbolis kepada korban. Bantuan diserahkan di halaman SMP N 1 Turi, Sabtu (22/2/2020).

Mahfud MD menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. Menurut dia, setiap musibah sudah ada dalam skenario Tuhan dalam seluruh perjalanan yang sudah diaturnya, sehingga kita tidak perlu terlalu menyesali kejadian itu, dan dalam agama diajarkan, ketika ada musibah, mengucapkan innalillahi wa inna ilaihirajiun.

"Tercatat ada 239 korban selamat dan bisa diselamatkan, serta delapan kembali [berpulang atau meninggal dunia]. Kita syukuri yang selamat, dan yang belum diketemukan mudah-mudahan bisa ditemukan, selalu saja ada keajaiban dalam hidup ini," kata dia, Sabtu. 

Namun demikian, Mahfud MD mengingatkan bahwa manusia wajib berusaha. Untuk sekolah di tempat lain juga, kegiatan seperti ini perlu dimitigasi atau disiapkan risiko yang mungkin timbul mendadak.

Misal dalam kasus susur sungai, perlu dipelajari keadaan cuaca. Kalau cuaca tidak meyakinkan, lebih baik tidak berspekulasi. Mahfud MD meminta supaya pihak yang terlibat memperhatikan tata cara berpakaian dan alat yang dibawa. "Misal susur sungai kurang bagus kalau pakai rok. Karena air bisa mendorong orang dibawa arus, tanpa mudah untuk bertahan," ujarnya.

Meskipun begitu, ia meminta kepada semua lembaga pendidikan di Indonesia tak lantas takut dan menghentikan kegiatan ekstra, apalagi Pramuka. "Pramuka itu mendidik anak cinta bangsa, cinta Tuhan, alam. Itu ajaran sangat penting bagi anak didik di Indonesia. Bukan takut, tapi dipersiapkan sebaik-baiknya sebelum berkegiatan," ungkapnya.

Sumber : Suara.com