Korban Tenggelam Underpass Kulur Ternyata Sudah Dibuatkan Tumpeng Ulang Tahun di Rumah

Ilustrasi. - Antaranews/Ridwan Triatmodjo
22 Februari 2020 20:47 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Seorang pelajar bernama Ryan, 15, asal Sogan, Kapanewon Temon, Kulonprogo harus meregang nyawa lantaran diceburkan rekannya bernama Tegar, 15, asal  Tawangsari, Temon, ke Underpass Kulur yang tergenang air, Sabtu (22/2/2020). Hal itu dilakukan karena Ryan sedang berulang tahun. 

Nahasnya, keduanya sama-sama tewas tenggelam setelah Tegar berusaha menyelamatkan Ryan tetapi tidak berhasil. Apang, 15, rekannya yang lain  yang menceburkan diri untuk menyelamatkan keduanya, dinyatakan selamat karena akhirnya menepi saat merasa dirinya tak berhasil menyelematkan dua temannya.

Riyanto, kerabat Ryan mengungkapkan sejatinya Ryan sudah dibuatkan acara ulang tahun di rumahnya di Sogan dan mengundang kawan-kawannya. Namun, Ryan tak menghendaki itu dan justru pergi merayakan ulang tahun bersama kawan-kawannya.

"Sudah dibikinkan tumpeng dan ikan bakar, teman-temannya juga mau diundang malem ini. Tapi dia [Ryan] nggak mau, malah keluar sama teman-temannya yang lain," kata Riyanto, Sabtu.

Vyani Prima, 15, salah seorang kawan Ryan yang menjadi saksi kejadian menuturkan hari itu mereka berniat merayakan ulang tahun Ryan bersama kawan-kawan lainnya yang berjumlah tujuh orang. Mereka sengaja duduk-duduk di pinggir underpass Kulur sore itu. Sejak awal tahun underpass ini tidak berfungsi lantaran tergenang air sedalam tiga hingga empat meter.

"Saya saat itu sedang duduk di motor [di pinggir underpass], tapi Ryan dijorokin Tegar ke air. Dia melihat Ryan nggak bisa berenang, dia [Tegar] nolongin tapi nggak bisa," kata Vyani.

Melihat Ryan dan Tegar kesulitan berenang, Apang turut membantu. Kawan-kawannya juga berinisiatif mencarikan ban dari bengkel di pinggir underpass untuk pelampung. Namun, Apang pun tak kuasa menyelamatkan kedua kawannya dan minggir. Kini Apang masih terbaring kritis di IGD RSUD Wates.

Kondisi underpass yang cekung dan tergenang air menyulitkan tim SAR lantaran kedalaman airnya tidak sama. Pencarian ini menghabiskan waktu hampir dua jam sebelum korban terakhir, Ryan, ditemukan dalam keadaan meninggal.