SMKN 6 Jogja Buka Kelas Industri, Lulus Langsung Diterima Kerja

Penandatanganan pembukaan kelas industri oleh SMKN 6 Jogja, Selasa (25/2 - 2020). Ist/ SMKN 6 Jogja.
26 Februari 2020 11:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—SMK Negeri 6 Jogja membuka kelas industri dengan menggandeng dua perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan dan tata kecantikan. Siswa yang akan ditempatkan di kelas ini akan melalui proses seleksi sejak awal setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2020 mendatang dan dijamin bisa langsung diterima kerja setelah lulus.

Kepala SMKN 6 Kota Jogja Wiwik Indriani menjelaskan kelebihan dari kelas ini, mulai dari penyiapan peserta didik hingga seleksinya melalui kolaborasi antara sekolah dengan industri sehingga lulusan standar siap kerja sesuai. Setiap lulusan nantinya sudah pasti akan terserap kerja di seluruh manajemen industri yang diajak kerja sama. Ia memastikan pembukan kelas jenis ini tidak ada tambahan biaya bagi siswa.

“Untuk SMK bidang pariwisata ini pertama kalinya, SMK 6 ini satu-satunya di DIY dan nomor dua untuk secara nasional, sebelumnya SMK 57 Jakarta membuka kelas yang sama,” katanya saat ditemui di sela-sela Penandatanganan MoU SMKN 6 Jogja dengan PT MGM Horison dan PT Loreal, Selasa (25/2/2020).

Wiwik mengatakan dua perusahaan tersebut yang siap diajak kerja sama membuka kelas industri di sekolahnya. Ada dua rombongan belajar (rombel) merupakan kolaborasi dengan Horison yaitu kelas industri perhotelan dan kelas industri tata boga atau kuliner. Serta rombel kelas industri kecantikan merupakan kolaborasi dengan PT. Loreal.

Sehingga lulusan kelas ini nantinya akan diterima kerja di perusahaan tersebut dan ditempatkan di seluruh Indonesia. “Mulai dibuka saat tahun ajaran baru 2020, untuk kelas industri perhotelan dan kuliner sudah dapat izin, sedangkan kelas kecantikan masih proses legalisasi,” ucapnya.

Ia mengatakan pembatasan jumlah rombel ini karena untuk bisa masuk ke kelas ini melalui proses seleksi. Salah satu seleksinya adalah ada kemauan dari siswa untuk bekerja setelah lulus. Selain itu ada jaminan bisa langsung kerja selama mampu melalui tahapan sampai lulus dan kompetensinya memenuhi. Proses pembelajaran dilakukan sama dengan kelas umum selama tiga tahun, tetapi tempatnya sebagian di sekolah dan sebagian di perusahaan .

“Keuntungannya yang mengajar tidak hanya guru dari sekolah kami tetapi supervisor dan manajer dari industri dan kurikulum juga dibuat bersama antara sekolah dan industri. Ada jaminan bisa diterima kerja bahkan saat PKL saja sudah dapat uang transportasi,” katanya.

Waka Humas SMKN 6 Jogja Eko Purwantiningsih menambahkan pembelajaran kelas industri ini secara rinci pada semester pertama kelas X semua pembelajaran masih di sekolah tetapi 30% menggunakan kurikulum industri. Kemudian selanjutnya sebagian pelaksanaan pembelajaran akan bertempat di industri.

“Kelas XI di semester empat selama enam bulan siswa akan berada di industri. Kalau sudah lulus nanti penempatan di perusahaan seluruh Indonesia, tetapi kalau saat pembelajaran ini di industri mereka wilayah DIY,” katanya.

Corp Regional Manager Jawa tengah & DIY Horison Hotels Group Irene Indri Dewi Astuti menyatakan pihaknya berkomitmen membangun sumber daya manusia dengan memberi kesempatan siswa SMK melalui kelas industri. Program ini sekaligus untuk mengurangi tingkat pengangguran.

“Diharapkan [melalui kelas industri] ini mampu menghasilkan lulusan terbaik di bidang pariwisata dan siap dipekerjakan di unit Hotel Horison Group di seluruh Indonesia,” ujarnya.