650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Sejumlah sukarelawan menyemangati siswa saat pulang seusai mengikuti kegiatan trauma healing pasca kegiatan susur sungai di SMP Negeri 1 Turi, Sleman, Senin (24/02/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogjacom, SLEMAN- Pascatragedi susur Sungai Sempor oleh siswa SMPN 1 Turi Sleman yang menyebabkan 10 siswa meninggal dunia, tekanan mental tidak hanya dialami para siswa.
Keluarga tersangka juga mengalami stress bahkan perundungan. Tim psikolog SMPN 1 Turi bakal beri pendampingan homevisit kepada keluarga tersangka IYA yang kabarnya mendapat perundungan pascainsiden sungai Sempor.
Ketua HIMPSI Wilayah DIY, Helly Prajitno Soetjipto mengatakan, saat ini pihaknya masih berupaya membangun kembali kekuatan mental bagi korban, orang tua dan guru. Di luar itu, tim masih belum bisa mendampingi.
"Mengingat anak tersangka bukan dari siswa di SMP N 1 Turi, kami belum bisa memberi pelayanan untuk selain siswa SMPN 1 Turi. Begitu pula dengan istrinya [tersangka]. Namun upaya homevisit juga sudah dilakukan, baru mulai," kata dia, kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).
Kala ditanya perihal respon masyarakat yang begitu riuh terhadap fenomena ini, menurut Helly masyarakat kita tidak mudah untuk kemudian tidak terlibat dalam masalah.
"Masyarakat yang masih suka kepo, kemudian rasa keingintahuan tinggi. Terlebih berkaitan dengan foto dan video. Yang mana hal ini adalah sarana untuk bahan bullying," ungkapnya.
Kalau sejauh ini, homevisit diutamakan untuk korban dan keluarga, khususnya siswa yang sampai saat ini belum kembali ke sekolah. Sebagian dari mereka tidak hadir karena sakit dan belum masuk sekolah.
Tim memandang, sebetulnya pendampingan psikologis tak bisa dipisahkan apakah mereka korban atau tersangka. Karena secara kode etik memang harus mendapatkan pendampingan. Namun pihaknya mengakui masih memiliki kendala SDM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.