Sekolah Lansia Dibuka di Kulonprogo

Siswa sekolah lanjut usia (lansia) saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah lansia di gedung Bina Keluarga Lansia Melati Dusun Dayakan, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Rabu (26/2/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
26 Februari 2020 21:27 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sekolah lanjut usia (lansia) pertama di Kulonprogo resmi dibuka pada Rabu (26/2/2020). Sekolah yang dikelola Bina Keluarga Lansia (BKL) Melati itu didirikan untuk mendidik para lansia agar lebih produktif, mandiri dan tetap bugar di usia senja.

“Sekolah diharapkan menjadikan lansia bisa tetap bahagia, produktif kemudian bisa merawat dirinya sendiri. Intinya sehat jasmani rohani, bahagia dan sejahtera, tidak hanya dikurung di rumah,” ujar Ketua BKL Melati, Harminto, seusai peresmian sekolah lansia di Gedung BKL Melati, Dusun Dayakan, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, kemarin.

Jumlah lansia yang menjadi siswa di sekolah ini sebanyak 80 orang. Rata-rata dari para siswa telah berusia di atas 60 tahun. Mereka tidak hanya datang dari Dusun Dayakan, Pengasih. Beberapa orang di antaranya juga ada yang dari kapanewon lain, seperti Wates dan Panjatan.  Siswa yang ikut sekolah ini tidak dipatok biaya alias gratis.

Sekolah ini digelar sebulan sekali setiap Rabu pekan ketiga. Para siswa mengikuti sejumlah kegiatan, antara lain senam sehat, pemeriksaan kesehatan, pemberian asupan makanan serta mengikuti perkuliahan. Rangkaian kegiatan itu dilangsungkan mulai pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB.

Materi yang diberikan setiap bulannya berbeda-beda, mulai dari tata cara menjaga tubuh untuk tetap bugar hingga cara memanajemen emosi. Materi tersebut diberikan sejumlah kalangan, mulai dari dosen, perwakilan Indonesia Ramah Lansia, BKKBN DIY hingga petugas pendamping puskesmas.

Kegiatan ini dilaksanakan sampai 12 bulan dan setelah lulus siswa akan diwisuda serta mendapat gelar S1. “Gelar ini bukan diartikan strata satu melainkan standar, artinya yang sudah dapat gelar ini sudah menjadi lansia yang berstandar hidup bahagia,” ucap Harminto.

Seperti di perkuliahan, gelar yang diberikan sekolah lansia juga berjenjang. Paling rendah adalah S1 dan tertinggi S3. Pemberian gelar disertai ijazah saat prosesi wisuda itu semata-mata sebagai kenang-kenangan bagi siswa karena sudah turut serta dalam kegiatan sekolah ini. Terdapat pula kurikulum seperti halnya sekolah pada umumnya.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Ukik Kusuma Kurniawan, mengatakan sekolah lansia merupakan bagian dari program keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga yang dicanangkan BKKBN. Di DIY dari 643 BKL, baru tiga yang sudah berkembang menjadi sekolah lansia. Selain di Pengasih, dua sekolah lain berada di Saptosari, Gunungkidul dan Piyungan, Bantul.

Menurut Ukik, kehadiran sekolah lansia begitu penting di DIY, mengingat proporsi lansia di provinsi ini tergolong tinggi. Dia mengatakan 15% warga DIY masuk kategori lansia atau yang berumur di atas 60 tahun.