Perbaikan Talut di Ngestiharjo Butuh Dana Miliaran Rupiah

Bupati Bantul Suharsono (dua dari kanan) meninjau lokasi talut yang ambrol di RT 13, Dusun Gumuk Indah, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, Kamis (27/2/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
27 Februari 2020 16:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Talut kali Winongo di RT 13, Dusun Gumuk Indah, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, ambrol pada Jumat (14/2/2020) lalu. Kendati tak ada ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun talut yang ambrol sepanjang sekitar 100 meter dengan ketinggian tujuh meter itu mengancam satu rumah milik warga.

Rumah tersebut adalah milik Sumiyati, 65. Bahkan kini antara rumah itu dengan sungai sudah tak berjarak lagi. Tak heran jika kini Sumiyati dan keluarganya waswas dan tidak berani beraktivitas di dapur atau bangunan yang berdampingan langsung dengan sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Bobot Arifi’aidin bakal segera menyurati BBWSSO terkait dengan kerusakan talut tersebut. Dinasnya akan menunggu tanggapan BBWSO untuk perbaikan talut itu. Sejauh ini dinasnya juga tengah menangani sejumlah talut di Kali Wonongo, Code, dan Bulus, tetapi hanya untuk kerusakan kecil dengan anggaran berkisar Rp150 juta sampai Rp300 juta. “Sedangkan untuk kerusakan talut di sini [di Dusun Gumuk Indah, ia memperkirakan butuh anggaran miliaran rupiah.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dinas setempat, Yitno mengatakan anggaran perbaikan talut sungai, saluran irigasi, dan embung di Bantul tahun ini hanya Rp25 miliar. Anggaran tersebut hanya mampu memperbaiki di 82 titik kerusakan.

Bupati Bantul Suharsono mengaku sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan kawasan Permukiman (DPUPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendata kerusakan talut dan segera memperbaikinya.

Akan tetapi pihaknya perlu mendalami terlebih dulu kewenangan perbaikan talut tersebut apakah kewenangan Pemkab Bantul atau Balai Besar Sungai Serayu Opak (BBWSSO). “Tetapi yang pasti, ini perlu segera ditangani karena membahayakan tidak ada sampai setengah meter jarak dengan bangunan rumah,” kata Suharsono.