Talut Sungai Ambrol, Warga di 2 RT Ini Kian Waswas karena Hujan Deras

Warga berdiri di tepi talut Sungai Winongo yang ambrol di RW 02, Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Jogja, Sabtu (4/1/2020). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
05 Januari 2020 18:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjoigja.com, JOGJA—Warga RT 5 dan RT 6 yang berada di RW 02 Serangan, Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Jogja, mendesak pemerintah segera memperbaiki talut Sungai Winongo di wilayah mereka yang ambrol, Jumat (3/1/2020) malam lalu, segera diperbaiki.

Jika tidak segera diperbaiki, warga khawatir titik ambrol akan kian meluas. Untuk sementara, sukarelawan setempat menutup area talut yang ambrol tersebut dengan terpa agar tak tergerus air hujan.

Seperti diketahui, talut tersebut longsor pada Jumat malam. Material longsoran pun masuk ke dalam Sungai Winongo. Longsoran itu terjadi di ruas sisi timur bibir sungai di Serangan, tepatnya di gang membujur dari utara ke selatan.

Salah satu warga yang rumahnya nyaris terdampak, Suparmin Muhadi, 60, berharap talut yang longsor segera dilakukan perbaikan. Mengingat saat ini hanya ditutup terpal untuk mencegah air masuk ke bagian bawah titik longsoran. "Harapannya segera diperbaiki, karena saat ini sudah banyak retakan tanah di dekat bangunan," kata dia saat ditemui, Minggu (5/1/2020).

Rumah Suparmin berada tepat di dekat longsoran serta empat rumah lainnya yang berasa di sisi selatan di sepanjang gang bibir Sungai Winongo. Dia mengakui hujan deras yang mengguyur pada Minggu membuat keluarganya harus siaga.

Salah satu cara yang dia lakukan bersama istrinya adalah memasang paving block di tengah jalan kemudian di tutupnya dengan terpal untuk mencegah air hujan masuk ke titik area longsoran. "Karena hujannya deras, ini tadi klebus [basah kuyup], mengalihkan aliran air yang di jalan agar tidak masuk [ke longsoran], kalau masuk kan nggogosi [menggerus] bagian bawah dan bisa longsor lagi," katanya.

Selain rumah Suparmin, rumah lain yang rawan terkena dampak adalah milik Awik Handoyo serta Bambang. Warga RT 06 RW02 Serangan lainnya, Budi menambahkan saat ini sejumlah titik rawan longsor susulan dipasangi garis polisi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sehingga warga tidak boleh melintas di titik yang dipasangi garis polisi. Akses jalan di pinggir sungai itu biasanya juga dilewati kendaraan roda empat, terutama truk yang mengambil sampah. "Untuk roda empat sementara tidak bisa, sedangkan roda dua melewati gang sempit untuk menuju ke Gang Munir [Serangan]. Harapannya tidak lama-lama [segera bisa diperbaiki]," ucapnya.