Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tim Tagana menutup talud dengan terpal di Kampung Serangan, Notoprajan, Ngampilan, Sabtu (4/1/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Hujan deras yang melanda DIY dan sekitarnya, Jumat (3/1/2020) sepanjang sore hingga malam mengakibatkan sejumlah kerusakan. Di Kota Jogja, tercatat satu talut Sungai Winongo di Kampung Serangan, Kecamatan Ngampilan, ambrol.
Talut yang ambrol sepanjang 6 meter, lebar 4 meter dan tinggi 5 meter. Talut ini berada di sisi timur sungai Winongo, di sebelah selatan Jembatan Ngampilan, RT 5 dan RT 6, RW 1 Kelurahan Notoprajan. Akibat kejadian ini lima rumah terdampak kerusakan kecil dan jalan inspeksi terputus. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Koordinator Tagana Kecamatan Ngampilan, Sumadi, menjelaskan ambrolnya talut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. “Tanda-tanda akan ambrol sudah terlihat pukul 22.30 WIB, warga sudah mengamankan diri. Kejadian pukul 23.00 WIB dan longsor susulan pukul 23.30 WIB,” ungkapnya, Sabtu (4/1/2020).
Pada malam itu juga, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja melakukan assessment dengan menutup jalan menggunakan police line dan menutup talut yang ambrol dengan terpal. “Mungkin nanti sementara akan diberi karung pasir. Semoga tidak hujan deras lagi karena ini bisa melebar,” ungkapnya.
Ia melihat ambrolnya talut bukan semata karena hujan deras, namun akibat normalisasi sungai Winongo tepat di bawah talut yang ambrol pada 2019 lalu. Dalam normalisasi yang dilakukan Pemprov DIY menggunakan alat berat itu, tanah sungai winongo diperdalam untuk menghindari banjir.
“Normalisasi itu tidak menyisakan tanah yang cukup di bawah talud sehingga membuat talud tergerus air dan tidak kuat. Sebelumnya warga sudah berpesan untuk setidaknya menyisakan tanah selebar 1 meter, tapi malah tidak ada 1 meter,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.